Kepala Seksi Rehabilitasi Hutan dan Lahan BPDAS Mahakam-Berau, Rudianto mengatakan, bibit yang ditanam dilahan tersebut merupakan bibit yang dihasilkan dari Persemaian Mentawir.
"Produksi bibit sudah target, 3 juta 180 ribu, semuanya sudah terpenuhi dengan jumlah yang kita produksi sebanyak 43 jenis bibit," kata Rudianto ditemui di Persemaian Mentawir, Minggu (17/12/2023).
Dijelaskan Rudianto, bibit pohon yang disemai di Persemaian Mentawir setidaknya ada tiga tipe tanaman diantaranya, tanaman endemik kemudian tanaman estetika dan terakhir tanaman MPTS (Multy Purpose Tree Species) yakni tanaman kekayuan yang bersifat multiguna karena bermanfaat dari segi ekologi dan ekonomi.
Tanaman di Persemaian Mentawir ini nantinya disiapkan untuk mengembalikan fungsi hutan di kawasan IKN. Dimana dulunya, saat sebelum menjadi hutan industri dengan satu jenis pohon atau disebut hutan monoculture, kawasan yang menjadi IKN tersebut merupakan kawasan tropical rain forest.
Pemerintah pun berencana mengambalikan fungsi hutan dikawasan IKN dengan menanam puluhan jenis pohon yang disiapkan di Persemaian Mentawir tersebut. Namun, dijelaskan Rudianto bahwa, Persemaian Mentawir juga kedepan disiapkan untuk memperbaiki hutan di dua provinsi yakni Kaltim dan Kaltara.
"Prioritasnya memang untuk Ibu Kota Nusantara, untuk mengembalikan hutan tropis di IKN. Tetapi kami juga bekerja diseluruh wilayah Kaltim dan Kaltara, karena wilayah kerja kita ada 2 provinsi itu," ungkap Rudianto.
Rudianto melanjutkan, pada 2024 mendatang, pemerintah menargetkan akan kembali merehabilitasi 500 hektare lahan dikawasan IKN dengan menanam puluhan jenis pohon. "2024 Insyallah nanti kita tambah 500 hektare lagi," pungkas dia.
Editor: Maruly Z