Kedua pelaku kemudian memaksa masuk pekerja tersebut ke dalam toko retil sambil mengacungkan sajam yang dibawanya. Pelaku kemudian meminta uang ke para karyawan dan mengancam dengan sajam.
Kedua pelaku pun berhasil mengambil sejumlah uang dari para karyawan yang telah terancam. Panik dengan kondisi tersebut, karyawan yang didominasi perempuan itu kemudian berteriak histeris. Teriakan itu kemudian didengar warga sekitar.
"Warga dengar teriakan pekerja toko, jadi pada ke sini semua. Nah informasinya ada maling di dalam, karyawannya juga masih di dalam," kata salah satu warga, Bambang.
Pelaku yang telah dikepung oleh warga kemudian mematikan lampu. Tak berselang lama, warga pun mengambil balok dan batu untuk berjaga-jaga karena mengetahui kedua pelaku yang berada di dalam toko dilengkapi dengan sajam.
Tak berselang lama, warga mendengar suara benda jatuh dari arah samping toko. Rupanya salah satu pelaku berusaha melarikan diri ke semak-semak di belakang toko.
"Kami jaga di depan semua, karena mau coba masuk ke dalam toko, ternyata satu pelaku lompat dari lantai dua terus lari ke semak di belakang. Satu pelaku lagi masih di dalam," kata Ketua RT 72 Batuah, Opri.
Warga kemudian mengejar pelaku pertama yang melarikan diri, namun tak berselang lama satu pelaku lainnya nekat menerobos kepungan warga di pintu depan toko sambil mengacungkan sajam yang dibawanya.
Warga yang terkejut kemudian berusaha menangkap pelaku, namun karena pelaku membawa sajam, warga pun tak berhasil menghentikan pelaku. "Dia keluar langsung lari dari pintu depan toko. Pelaku ini berhasil kabur karena dia keluar sambil mengacungkan sajam, warga gak ada yang berani mendekat," kata dia.
Meski warga telah berupaya mengejar kedua pelaku, namun pelaku berhasil kabur melarikan diri. Sementara para karyawan yang sempat tersandera pun mengalami trauma dan menangis.
Beberapa saat setelah kedua pelaku melarikan diri. Kepolisian dari Polsek Balikpapan Utara dan Jatanras Polda Kaltim pun tiba di lokasi kejadian. Sejumlah barang bukti pun dikumpulkan, juga keterangan para saksi di lokasi kejadian termasuk para karyawan yang menjadi korban.
Editor: Maruly Zainuddin