Pemilik rumah Yoga mengatakan, runtuhnya balkon rumah dilantai dua miliknya itu terjadi saat ia bersama keluarganya tengah beraktifitas pagi.
Selesai sarapan, anak pertamanya yang duduk dibangku SMK pun berangkat kesekolah. Namun, baru membuka pintu bagian depan, suara gemuruh tiba-tiba terdengar dari depan rumahnya.
"Anak saya kaget, terus kami cari tau ternyata bagian depan ini (balkon) yang rubuh," kata Yoga kepada Korankaltim.com pagi tadi.
Pria 42 tahun itu pun langsung mengevakuasi seluruh anggota keluarganya keluar rumah untuk mencari lokasi aman. Ia khawatir akan terjadi reruntuhan susulan pada bangunan rumahnya yang telah secara turun temuru diwariskan keluarganya. "Ada motor didepan tertimpa reruntuhan. Kalau keluarga semua selamat," jelas Yoga.
Menurut Yoga, rumah yang dihuninya itu merupakan rumah warisan dari ayah nya. Bangunan pada rumah sudah berdiri sejak tahun 1970 lalu. Sejak saat itu, rumah tersebut memang jarang dilakukan renovasi.
Terlebih pada bagian balkon depan menurutnya merupakan bagian tambahan pada bangunan. Dilantai dua itu, merupakan kamar anak pertamanya.
Sehari sebelum kejadian bahkan Yoga tak menemui tanda-tanda bangunan akan rubuh. Baru pagi tadi, balkon dilantai dua rumahnya itu mendadak ambruk.
"Kayunya sudah jabuk itu, mungkin karena itu juga jadi gak kuat dan rubuh," imbuhnya.
Untuk sementara waktu, Yoga akan membawa keluarga kecilnya itu kerumah ibunya dikawasan MT Haryono. Yoga berencana akan merenovasi ulang bangunan rumahnya khususnya pada bagian depan yang rubuh.
"Tadi sudah koordinasi sama petugas baik kelurahan dan BPBD. Nanti dibantu evakuasi material ini, setelahnya baru nanti saya perbaiki," tutup Yoga.
Editor : Aspian Nur