Marah dan emosi tinggi membuat ayah si anak berinisial KC yang baru berusia 9 tahun pun mencari ART tersebut yang diduga melarikan diri keluar kota.
Kepada Korankaltim.com Selasa (10/10/2023) hari ini, Nanda Adi, ayah KC menjelaskan kalau dirinya mendapat rekaman penganiayaan terhadap anaknya tersebut dan mengunduhnya ke media sosial hingga viral.
Nanda menceritakan pada tanggal 25 September tersebut KC dititipkan kepada R yang merupakan ART. Biasanya anaknya itu selalu bersama ibunya hanya saja saat itu ibunya sedang tak enak badan.
"Saat itu baby sitter sedang momong anak pertama, jadi KC dititipkan ke ART berinisial R yang ternyata melakukan kekerasan kepada anak kami," kata Nanda..
Kekerasan terhadap anaknya itu baru diketahui Nanda malam hari. Saat itu Nanda merasa aneh dengan KC yanb tidur lebih awal dari biasanya yang kemudian bersama istrinya pun berinisiatif memeriksa rekaman CCTV yang dipasang dikamar anaknya.
Setelah melihat rekaman tersebut keduanya terkejut melihat anaknya dianiaya R dimana saat itu R terlihat menendang KC dan membedong anaknya dengan kain dengan cukup kencang. KC juga ditarik oleh R dengan kasar hingga beberapa kali KC terlihat menangis.
"Gerakan dalam rekaman CCTV itu mengarah kepada kekerasan, seperti kaki R yang menyentuh wajah dan kepala KC serta menarik pakaian KC," ungkap Nanda.
Mengetahui kejadian yang menimpa anaknya itu, Nanda dan istrinya pun langsung menghubungi R namun saat itu R membantah tuduhan tersebut.
Dua hari berlalu, tepatnya pada Rabu 27 September 2023 Nanda dan istrinya pun melaporkan perbuatan R ke Polda Kaltim atas dugaan penganiayaan anak dibawah umur.
"Karena R tidak mengaku dan kami khawatir dia melarikan diri jadi kami lapor ke polisi karena sesuai perjanjian, jika pekerjaan selesai kami harus belikan R tiket pulang," ungkap Nanda.
R saat itu seharusnya diberangkatkan ke Yogjakarta dengan transit di Makassar namun saat tiba di Makassar R dengan sengaja melarikan diri.
Keesokan harinya, Kamis 28 September, Nanda pun berangkat ke Mamuju, Sulawesi Barat untuk mengejar R yang diduga melarikan diri daerah tersebut.
Diperjalanan Nanda juga membawa bukti-bukti kekerasan yang dilakukan R terhadap anaknya. Melalui perjalanan darat, R yang melarikan diri ke Mamuju pun akhirnya dibekuk. "Dapat informasi kalau R berada di Mamuju. Kami pun bersyukur akhirny R ditangkap," imbuhnya.
Nanda dan istrinya pun hanya bisa berharap R dapat dihukum dengan adil atas perbuatannya itu. Dia juga berharap R dapat segera diproses oleh pihak kepolisian.
Editor: Aspian Nur