Balikpapan Krisis Air, Mandi Sehari Sekali dan Hemat Air Belum Bisa jadi Solusi
1 menit baca2.231 kali dibaca

Penulis : La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Krisis air terjadi di Kota Balikpapan saat ini seiring dengan musim kemarau yang terjadi.
Dengan tujuan menghemat air, pemerintah pun mengeluarkan imbauan agar masyarakat melakukan penghematan air dan menyarankan mandir sehari hanya sekali.
Hanya saja imbauan itu menurut DPRD Balikpapan tak bisa jadi solusi terbaik. Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecale yang mengaku agak bingung terkait visi misi Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) saat ini.
Seharusnya sebelum terjadi kerisis air seperti saat ini, pemerintah kota sudah memikirkan langkah apa yang dilakukan, pasalnya saat musim hujan air dimana-mana. Kenapa PTMB tidak berpikir air ini jangan dibuang atau berpikir membuat penampungan air di tempat -tempat lain seperti bendali yang menggunakan anggaran besar, kenapa ini tidak difungsikan secara maksimal.
"Jadi jangan ketika kemarau baru mereka panik dan seenaknya saja meminta masyarakat hemat air, mandi sekali karena air di bendungan sudah mau habis. Kenapa tidak berpikir kedepan untuk mempersiapkan ini dengan memaksimalkan bendali yang ada untuk cadangan air atau membuat sumur bor agar dapat dimanfaarkan oleh masyarakat secara bersama -sama," kata Sabarudin kepada Korankaltim.com Selasa (10/11/2023).
Sama halnya dengan mengubah air laut mejadi air tawar atau desalinasi. Menurutnya, jika biayanya dianggap mahal tapi kalau itu untuk kepentingan orang banyak tidak ada kata mahal. Karena itu Sabaruddin mendorong agar PTMB berani melakukan inovasi di bidang teknologi, misalnya berinvestasi pada proses pengolahan desalinasi air laut, seperti yang sudah diterapkan di negara maju.
"Manfaatkan air payau untuk dialirkan ke Waduk Manggar dan Waduk Teritip dengan menerapkan desalinasi air laut. Contohnya Singapura dan negara-negara di Eropa mereka bisa menerapkan itu," tutup Sabaruddin.
Editor: Aspian Nur










