Seperti diketahui, jika sebelum kemarau kapasitas air biasanya mencapai 21,50 meter, saat ini ketinggian air hanya mencapai 19,8 meter. Oleh karena itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud meminta kepada masyarakat khususnya pelanggan melakukan penghematan penggunaan air bersih. Di antaranya dengan memanfaatkan air yang ada dengan sebaik-baiknya sembari berharap hujan dalam waktu dekat sehingga ketinggian air di waduk kembali normal.
“Kita berdoa saja mudah-mudahan ada hujan. Risiko kita ini kan tadah hujan, waduk kita ini. Jadi kita berharap dalam bulan ini hujan segera turun. Kita imbau juga ke masyarakat betul-betul menggunakan air seperlunya saja,” ujarnya kepada awak media.
Di samping itu, untuk ketinggian air di Waduk Manggar dan Teritip dipastikan saat ini telah di bawah ambang batas. Hal tersebut berdasarkan kajian yang dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). “Karena hasil dari BWS tadi level air kita bertahan, kalau di kuras digunakan 100-200 persen bisa bertahan sampai 24 Oktober saja kalau tidak ada hujan,” bebernya.
Meski demikian, pihaknya saat ini tengah mencari alternatif, di antaranya dengan jika memungkinkan dapat memaksimalkan Waduk Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar). Saat ini tengah dikaji BWS dan PTMB.
“Kami cari alternatif lagi, termasuk disampaikan dari BWS tadi, ada Waduk di Samboja yang memang sudah dalam kajian sama PTMB untuk bisa dimaksimalkan penggunaannya,” pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin