Ada dugaan proyek pembangunan tol tersebut dimanfaatkan sejumlah oknum untuk meraup keuntungan dari emas hitam yang ditemukan di lokasi galian proyek tol.
Sumber terpercaya Korankaltim.com Bento (bukan nama sebenarnya) mengatakan, ada dua titik lokasi yang digunakan sebagai tempat menumpuk batu bara, satu titik tumpukan berada tak jauh dari lokasi galian proyek tol.
"Jaraknya kurang lebih sekitar 15 meter sampai 20 meter dikiri jalan ada tumpukan batu bara juga," kata Bento kepada Korankaltim.com, Rabu (27/9/2023) siang tadi.
Selain tumpukan batu bara, di lokasi tersebut juga terlihat sebuah eksavator sedang memindahkan tumpukan batu bara ke dump truk. Ada dua dump truk saat itu yang berada di lokasi tumpukan. "Satu truk itu lagi antre untuk diisi, sementara satunya lagi di isi batu bara saat itu," ungkapnya.
Bento menduga, sebagian dari tumpukan batu bara yang berasal dari galian proyek tol IKN tersebut telah dipindahkan ke lokasi lainnya. Hal itu terlihat dari dalamnya lokasi galian yang cukup luas dan dalam yang tak berimbang dengan tumpukan batu bara.
"Seharusnya, kalau batu bara itu tidak dipindahkan keluar tumpukannya harusnya lebih tinggi. Kuat dugaan bisa saja itu malah dijual," imbuhnya.
Selain itu di lokasi galian yang masih aktif melakukan pemindahan batu bara Minggu (24/9/2023) lalu terdapat garis larangan melintas yang terpasang melintang diantara alat berat excavator dan truk.
Dikonfirmasi ke pihak kepolisian, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Anton Firmanto mengakui adanya tumpukan batu bara di proyek tol IKN. Namun saat ini pihaknya sudah tidak lagi menangani perkara tersebut. "Sudah dilimpahkan ke Polda penanganannya," singkat Anton.
Editor: Aspian Nur