Bayi malang itu awalnya ditemukan seorang warga yang tengah menjemur pakaian di halaman rumah dan mendengar tangisan bayi yang awalnya dikira suara ayam. Namun saat diperiksa, rupanya suara itu muncul dari bayi yang berada didalam tas kain bewarna merah di gazebo pemukiman warga tersebut.
Warga pun saat itu heboh usai menemukan bayi perempuan malang tertinggal sendirian didalam gazebo dalam kondisi pucat serta dikerubuti semut.
Bayi mungil dengan rambut hitam itu saat ditemukan warga tampak kedua matanya masih sembab terpejam didalam tas kain. Warga kemudian berinisiatif membawa bayi perempuan itu ke Puskesmas Muara Rapak.
Dikonfirmasi ke Kapolsek Balikpapan Utara, AKP Bitab Riyani membenarkan adanya penemuan bayi perempuan tersebut. Saat ini bayi tersebut telah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman Gunung Malang setelah sempat dirawat di puskesmas.
Informasi dari polisi, bayi perempuan tersebut diperkirakan lahir prematur dengan berat badan 1,6 kilogram. "Tali pusar bayi itu diduga diputus secara paksa menggunakan tangan," kata Bitab melalui keterangan tertulisnya yang diterima Korankaltim.com, Minggu (17/9/2023) hari ini.
Dari hasil penyelidikan awal, Bitab bersama timnya pun telah memeriksa sejumlah saksi dilokasi ditemukannya bayi malang tersebut.
Dilokasi tersebut, kepolisian juga turut mengamankan sejumlah barang bukti seperti tas kain merah tempat yang digunakan pelaku meninggalkan bayi tersebut kemudian baju peremluan bewarna coklat yang digunakan membungkus bayi serta satu selimut bayi bewarna pink.
"Kami masih melakukan penyelidikan terkait temuan bayi perempuan ini. Termasuk mencari keberadaan pelaku yang tega membuang bayi tersebut," tegas Bitab.
Editor: Aspian Nur