Sebelumny,a PLN sempat menyatakan padamnya listrik akibat insiden mobil crane yang mengenai jaringan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) pada jalur Kariangau - Karang Joang pada span tower 18-19.
Crane milik Refinery Development Master Plan (RDMP) itu diduga menyebabkan kerusakan pada konduktor jaringan listrik yang menyebabkan tiga provinsi tak bisa teraliri listrik.
RDMP sendiri merupakan satu diantara Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dilaksanakan oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan, anak perusahaan PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) yang merupakan sub holding pengolahan dan petrokimia bentukan PT Pertamina (Persero).
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Kaltimra Dana Puspita Sari mengatakan, mereka sudah berkoordinasi dengan pihak Pertamina dan juga RDMP sebagai pemilik warehouse yang memiliki aktivitas didekat jaringan SUTT milik PLN.
"Kami berharap mereka (Pertamina dan RDMP) ada klarifikasi ataupun rilis,"kata Dana kepada Korankaltim.com, Jumat (11/8/2023). PLN berkomitmen menelusuri secara tuntas penyebab pasti padamnya listrik di tiga provinsi tersebut. Tim nya saat ini tengah melakukan investigasi secara detail, upaya ini sebagai langkah awal untuk menentukan kebijakan yang diambil PLN.
"Kami sudah berkoordinasi dengan tim di lapangan agar secepatnya mereka merilis hasil investigasi, diantaranya apakah kompensasi atau bagaimana nanti,"ungkapnya.
Dihubungi terpisah, Community Development RDMP JO Balikpapan Wildan mengatakan, mereka segera menjawab pertanyaan publik terkait insiden crane yang menyentuh jaringan SUTT PLN hingga menyebabkan padamnya listrik selama belasan jam tersebut. "Masih menunggu dari manajemen," ujar Wildan singkat.
Editor Aspian Nur