Hasilnya, dari ratusan personel itu yang mengikuti tes urine, ada lima orang yang terindikasi positif Methamphetamine. Seperti diketahui, Methamphetamine adalah narkotika jenis sabu-sabu yang di Indonesia dilarang peredarannya.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kaltim Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutejo kepada Korankaltim.com menjelaskan terkait lima personel yang terindikasi positif metampetamine tersebut.
Hanya saja Yusuf belum bisa memastikan temuan itu. Pihaknya saat ini masih mendalami bersama Biddokkes Poldam Kaltim guna memastikannya. "Benar, ada indikasi positif tapi belum tentu itu narkotika, bisa jadi karena mengkonsumsi antibiotik. Jadi perlu kami dalami dulu," kata Yusuf.
Kalau nantinya temuan itu terbukti benar merupakan kandungan narkotika, maka langsung ditindak tegas Bid Propam Polda Kaltim. "Pasti akan kami tindak tegas, kami masih menunggu hasil dari Biddokkes Polda Kaltim," sebut Yusuf lagi.
Dalam penegakan gaktibplin itu, para personel diperiksa luar dalam, meliputi sikap tampang, kelengkapan adminiatrasi dan tes urine para personel.
Kabid Propam Polda Kaltim Komisaris Besar Polisi Bambang Satriawan menerangkan, tujuan utama dari gaktibplin untuk memastikan setiap personel di lingkungan Polda Kaltim tetap mematuhi kode etik dan standar operasional yang berlaku dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
Dalam pemeriksaan tampang dilakulan untuk menilai keseragaman dan kesopanan penampilan personel kepolisian. Hal ini mulai dari pengecekan seragam, atribut dan tata rias para personel saat bertugas. Dengan menjaga sikap tampang, diharapkan citra polisi sebagai institusi penegak hukum tetap terjaga dengan baik.
Selain itu, kelengkapan administrasi pun menjadi fokus dalam gaktibplin yang digelar. Setiap personel, diwajibkan memiliki administrasi dan dokumen pribadi lengkap termasuk identitas, surat izin dan berkas-berkas lainnya yang diperlukan. Kelengkapan adminiatrasi itu untuk memastikan setiap anggota memiliki legalitas yang sah saat menjalankan tugasnya. Tak kalah penting dalam proses gaktibplin ini, para personel juga dilakukan pengecek urine.
Tindakan gaktibplin ini merupakan bagian dari langkah preventif untuk mencegah pelanggaran etika dan disiplin yang bisa merugikan kinerja kepolisian secara keseluruhan.
"Kami berharap, dengan dilakukan gaktibplin secara berkalas ini. Setiap personel yang berpartisipasi dapat berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat," kata Bambang melalui keterangan tertulisnya.
Editor: Aspian Nur