Pak Kusno menceritakan awal mula ia tersesat di hutan saat kemping bersama tiga rekannya itu. Saat itu Kusno bersama tiga rekannya telah selesai bermalam di Hutan Karya Merdeka sejak Sabtu (10/6/2023).
Mereka berencana keesokan harinya pulang, namun air 5 liter yang dibawa mereka saat itu telah habis untuk memasak dan menyeduh kopi pahit saat malam hari. Kusno pun berinisiatif mencari air disekitar lokasi mereka kemping, namun air yang didapat sangat keruh saat itu. "Karena airnya keruh, jadi saya cari ditempat lain yang gak jauh dari situ,"ucap Kusno setelah berhasil dievakuasi tim SAR (Search and Rescue) gabungan, Selasa (13/6/2023) kemarin.
Namun setelah mengambil air, Kusno justru kebingunan melihat jalan kembali ke lokasi tempat mereka kemping. Hingga pada sore harinya Kusno pun berinisiatif menghubungi istrinya melalui pesan Whatsapp bahwa ia tersesat.
Sejatinya, ketiga rekan Kusno saat itu telah berupaya mencari Kusno. Namun, saat itu mereka tak berhasil, hingga akhirnya ketiga rekannya itu melapor ke tim SAR. Selama di dalam hutan, Kusno saat itu terus berupaya mencari jalan keluar. Ia mengikuti jalan yang sebelumnya telah dilalui, namun upayanya belum membuahkan hasil.
Dengan bermodal parang dan tas pinggang selempang berisi handphone, Kusno pun berupaya bertahan hidup dengan mencari makan dan minum di hutan. "Selama di hutan, saya gak ada makan, saya hanya minum air yang saya dapat dari kubangan babi," kata Kusno.
Kusno ingat betul, terakhir kali ia makan pada Minggu sore. Namun demi rasa bertahan hidup ia mampu menahan lapar diperut dan hanya menghilangkan rasa dahaga dengan meminum air dari kubangan babi yang disaring menggunakan bambu. "Saya bawa parang, jadi bambu itu kedua sisi nya saya potong, kemudian satu sisi saya tajamkan sebelumnya saya masukkan kekubangan untuk mengaliri air,"terangnya.
Saya hampir putus asa, akhirnya saya berdoa, di dalam doanya itu Kusno bertanya "Masa saya meninggal seperti ini ? Hina sekali saya". Di dalam hutan Kusno merasa jalan yang dilaluinya selalu sama. "Beberapa menit sebelum ketemu, saya dengar suara senso (mesin potong pohon),"imbuhnya.
Kusno pun berinisiatif untuk berteriak agar orang yang menyalakan mesin itu mendengar. Namun saat Kusno hendak menghampiri suara mesin itu, Kusno diminta untuk tetap ditempat menunggu di lokasinya. "Rupanya yang datang sahabat saya, Joko yang ikut bergabung dengan tim SAR dan suara mesin tadi itu ternyata tidak ada,"tutupnya.
Kusno dan tiga rekannya itu memang sudah terbiasa melakukan kemping dan memancing di hutan yang memiliki sungai, namun pengalaman melewati kejadian tersesat di hutan baru pertama kalinya ia rasakan. Bahkan biasanya Kusno bersama rekannya sering kali melakukan touring dengan menggunakan motor trail bersama komunitasnya termasuk Joko sahabatnya yang mememukannya pertama kali setelah tiga hari tersesat dihutan.
Editor: Maruly Zainuddin