Presiden yang akrab disapa Jokowi itu bahkan belum lama ini membuka layanan aduan melalui akun Instagram-nya untuk melaporkan kondisi jalan rusak di daerah masing.
Hal ini pun menjadi harapan bagi sejumlah orang tak terkecuali di Balikpapan. Memanfaatkan layanan aduan itu, kondisi jalanan rusak di Balikpapan pun turut dilaporkan sejumlah orang ke akun instagram Presiden Jokowi, Danil satu diantaranya.
Warga Balikpapan Barat yang berprofesi sebagai driver ojek online itu cukup resah dengan kondisi Jalan Alam Baru RT 3 di kawasan Somber, Balikpapan Utara.
Dia mengirimkan pesan langsung melalui media sosialnya ke akun instagram Jokowi. Tujuannya agar jalanan yang kerap tergenang air saat hujan turun itu dapat segera diperbaiki.
"Kirim foto jalan rusak ke pak Presiden, mudah-mudahan bisa diperbaiki seperti kondisi jalan di Lampung yang viral kemarin," kata Danil kepada Korankaltim.com, Rabu (10/5/2023) siang tadi.
Tak hanya Danil, driver ojol lainnya, Riyanto pun mengaku kesal setiap kali melintas di Jalan Alam Baru. Belum lagi saat hujan turun, jalanan berlubang di sepanjang kawasan Alam Baru tak terlihat oleh pengendara akibat tergenang air.
"Bisa membahayangkan pengendara, kalau hujan kan tergenang air, rusak parah jalannya. Kalau kondisi panas, debunya bertebrangan,"ucap Riyanto yang juga driver ojol Balikpapan.
Genangan air di Jalan Alam Baru dikawasan Somber itu terjadi tak hanya saat kondisi hujan turun namun pasang surut air laut pun kerap membuat jalanan itu tergenang. Pengendara yang melintas pun harus ekstra hati-hati.
Jalanan berlubang sepanjang kurang lebih 20 meter di Jalan Alam Baru itu bahkan membuat pengendara harus bergantian melintasinya saat jalan tergenang air. Hal itu dilakukan agar pengendara yang melintas tak tercelobok kedalam lubang. "Semoga pak Jokowi juga memperhatikan jalanan di Kaltim," harapnya.
Untuk diketahui, Jalan Alam Baru di kawasan Somber merupakan jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Balikpapan Barat dan Kecamatan Balikpapan Utara. Kondisi jalan rusak dikawasan itu diketahui telah berlangsung lama, bahkan proses tambal sulam yang selama ini dilakukan pemerintah tak bertahan lama.
Editor: Aspian Nur