Kasi Pelayanan Haji dan Umroh Kemenag Balikpapan, Suharto kepada Korankaltim.com Rabu (3/5/2023) hari ini menjelaskan, tinggal 7 orang itu yang belum dapat dihubungi dikarenakan mereka semua pindah rumah.
"Jadi rumah yang ada, kami sempat datangi alamatnya. Rumah mereka sudah ditumbuhi oleh pohon-pohon liar. Kemudian ada yang sudah pindah, dan rumah nya sudah dijual dan saat pindah tidak berkoordinasi dengan Kemenag menyusul waktu tunggu yang lama 12 tahun. Sehingga kami tidak bisa memantau lagi," kata Suharto.
Kemenag Balikpapan juga sudah menginfokan keberangkatan haji di sejumlah media sosial (Medsos). Dirinya berharap dengan peran media para calon jemaah bisa mengetahui jadwal keberangkatan haji yang akan berlangsung pada tahun ini . "Kan sayang sudah 12 tahun mereka menunggu kemudian tidak jadi berangkat," ucapnya.
Semula ada 39 orang yang tak bisa dihubungi. Akan tetapi saat pihaknya menginformasikan lewat medsos mereka semua berdatangan. "Jadi untuk ke 7 orang ini batas waktunya sampai tanggal 5 Mei lusa, alau sampai tanggal yang ditetapkan mereka tak kunjung hadir, suka tak suka dan mau tak mau cadangan yang menggantikan," tegas Suharto.
Untuk jadwal keberangkatan haji di tahun ini, ia belum mengetahui secara pasti waktunya kapan namun estimasi diakhir bulan. Tujuh orang ini masuk dalam kategori jemaah haji umum yang rata -rata usia mereka dibawah 50 tahun kebawah.
"Kami tunggu sampai akhir batas waktu pelunasan. Yang jelas ketika mereka sudah melakukan pelunasan itu mereka sudah aman," paparnya.
Mengenai persiapan haji sendiri, pihaknya memastikan saat ini sudah matang, dan hanya tinggal pelaksanaan di lapangan saja ketika hari pelaksanaan.
Editor: Aspian Nur