Salah seorang warga Jumadi mengatakan, aktivitas jalan holing tambang di areal kebun yang ia miliki tersebut sudah membuat sejumlah tanaman yang ia miliki mati.
"Kalau untuk lahan, memang ini merupakan lahan milik Inhutani, akan tetapi kalau tanaman ini memang milik saya. Paling tidak kami minta ganti rugi tanamannya dari perusahaan," ujarnya kepada KoranKaltim.Com.
Adapun sejumlah tanaman milikinya yang mati akibat terimbas akibat pengejaan jalan holing tambang tersebut diantaranya. Pohon duren, sebanyak 30 pohon, kemudian pohon alpukat 20 pohon, dan pohon jeruk 30 pohon.
Ia katakan pihaknya sebelumnya pernah berkomunikasi dengan pihak perusahaan dan Inhutani. Akan tetapi disitu mereka mengatakan bahwa tidak ada pergantian rugi tanam tumbuh.
"Alasannya tidak mau mengganti karena lahan tersebut milik Inhutani. Tapi kan untuk tanamannya kami beli sendiri. Yang kami minta paling tidak digantikan lah tanaman kami ini," bebernya.
Dia juga menegaskan, jika dalam waktu dekat ini tidak kejelasan terkait ganti rugi tanaman milikinya, pihaknya bersama warga yang lainnya akan melakukan portal akses jalan holing tambang yang beraktivitas di kawasan kebun miliknya tersebut.
"Jadi semua warga yang terdampak tanamannya mati itu ada sekitar 50 Kepala Keluarga (KK). Kami akan tetap bertahan minta ganti rugi dari perusahaan," jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Gatot Sulaman, pihaknya meminta ganti rugi tanaman yang telah digusur oleh perusahaan. Pasalnya, yang membuat gerams saat bertemu dengan pihak Inhutani dan perusahaan. Dari Inhutani menyebut bahwa tidak ada pengganti rugi tanaman yang telah digusur.
"Jadi kami berharap ada solusi. Akan tetapi jika sampai tanggal 27 belum ada titik temu kami akan melakukan pemortalan jalan kembali," tegasnya.
Untuk tanaman milikinya yang terimbas ada sekitar 8 pohon tanaman sawit. Dan saat bertemu dengan pihak Inhutani dan perusahaan mereka tidak mau melakukan penggantian rugi tanaman.
"Sebenarnya akses jalan holing ini kami tak memungkiri membantu kami juga untuk akses jalan. Hanya yang kami pertanyakan ini kejelasan penggantian rugi tanaman kami dari perusahaan," tegasnya.
Sementara itu di tempat yang sama, Roki Katole juga turut menyangkan bahwa tidak ada pergantian rugi dari tanam tumbuh jalan hauling yang beraktivitas di lahan kebun miliknya tersebut.
"Untuk tanaman pohon saya ini ada sekitar 10 pohon sawit dan pohong pisang. Yah kami berharap itu bisa segera diganti," pungkasnya.
Saat ini dikonfirmasi melalui handphone seluler, pihak perusahaan belum merespons terkait pergantian tanam tumbuhan milik warga tersebut.
Editor: Rusdianto