Peristiwa tersebut diakui memang terjadi yang mana seorang pemuda terduga pelaku pencurian batu bara berinisial MR berusia 17 tahun tewas terkena tembakan polisi di dada kiri.
Saat ini anggota polisi yang diduga melakukan penembakan dan bertugas di Polresta Samarinda masih menjalani pemeriksaan di Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kaltim
“Masih diperiksa Bidang Propam, apakah tindakanya sudah sesuai prosedur. Begitu juga terkait kronologis kejadian masih kami dalami,” jelas Kabid Humas Polda Kaltim Komisaris Besar Yusuf Sutejo pagi tadi.
Dari informasi sementara yang diperoleh kepolisian, kejadian itu bermula saat sejumlah orang yang menggunakan kapal kelotok mendekati kapal PT Insani Bara Perkasa. Diduga kawanan itu hendak melakukan aksi pencurian batu bara dari kapal yang tengah melintas diperairan Muara Berau.
Dua anggota kepolisian dari Polresta Samarinda yang melakukan pengawalan kapal pun mendekat, anggota kepolisian yang melihat pun sempat memberikan tembakan peringatan beberapa kali kepada terduga pencuri tersebut agar tak mendekati kapal pengangkut batu bara namun tembakan peringatan itu tak dihiraukan. Polisi pun melakukan tindakan dengan melepas tembakan kearah kawanan tersebut dan ternyata mengenai MR yang tewas setelah terkena timah panas kepolisian. “Jadi sebelum kejadian, kawanan terduga pencuri ini sudah beraksi di tiga tongkang lainnya,” terang Yusuf.
Sementara terkait beredarnya video penangkapan pencuri batu bara yang tengah viral dimasyarakat, Yusuf pun membenarkannya. “Iya itu (video) benar,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur