Sosialisasi ditujukan terutama kepada pelajar, mahasiswa dan penggiat media. “Ini memang program yang kami buat untuk sosialisasi anti hoaks. Karena mendekati Pemilu jadi kami kaitkan sekalian dengan harapan dapat mencerahkan peserta yang hadir,” kata Kepala Diskominfo Kalimantan Timur Muhammad Faisal kepada Korankaltim.com disela kegiatan.
Perkembangan kabar tidak benar di Benua Etam sampai hari ini masih cukup kondusif terlihat dari sudut pandang makro yang menjelaskan terkait indeks keterbukan informasi publik yang berada di urutan-8 Nasional dan indeks kebebasan pers di urutan 1 nasional, menandakan masyarakat mulai peduli dan lebih selektif dalam menerima informasi.
“Hoaks di Kalimantan Timur masih bisa ditangkal dan bicara anti hoaks harus di selesaikan dari hulu hingga ke hilir” tegas Faisal.
Dampak yang muncul dari hoaks bisa membuat keresahan di masyarakat dan tak sedikit masyarakat yang dirugikan.
“Penyebaran berita hoaks harus ditekan agar tidak jadi huru-hara di masyarakat. Masyarakat dan media juga harus terlibat” tutup Faisal
Editor: Aspian Nur