Terkait hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan memastikan saat ini telah menyiapkan beberapa langkah dalam upaya pencegahan DBD di Kota Beriman.
"Pencegahan harus dilakukan oleh pemerintah kota. Kami sudah melakukan berbagai persiapan, diantaranya (pemberantasan jentik), menyiapkan bahan kimia untuk fogging (pengasapan), tapi fogging itu merupakan alternatif terakhir. Yang jelas pada prinsipnya kasus ini kami antisipasi sejak awal agar tidak terjadi lonjakan, itu yang kami kuatkan," papar Ketua Tim Surveilan dan Imunisasi Dinkes Balikpapan Priharto kepada Korankaltim.com Kamis (15/3/2023).
Berdasarkan data, Dinkes Balikpapan mencatat untuk kasus DBD di Balikpapan triwulan pertama di tahun 2023, untuk total kasus DBD mencapai 355 kasus tanpa adanya kasus kematian.
Berbeda pada tahun lalu, peningkatan kasus DBD mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Tercatat untuk kasus DBD ditahun 2022 lalu mencapai 1897 kasus dengan 7 kematian. Dan 2021, dengan jumlah kasus DBD mencapai 578 dengan 4 kasus kematian.
"Untuk tahun ini kasus DBD yang terbanyak tercatat di Balikpapan Tengah dengan jumlah 99 kasus DBD, disusul kedua jumlah kasus terbanyak yaitu di Balikpapan Utara dengan 87 kasus dan ketiga Balikpapan Kota 65 kasus. Balikpapan Selatan 45 kasus, Balikpapan Barat 45 kasus, dan Balikpapaan Timur 14 kasus," tutup Priharto.
Editor: Aspian Nur