Pemilik toko Cemerlang, Steven mengatakan, akibat adanya pemasangan pipa tersebut,
tepatnya pada Kamis (9/3/2023) lalu, dirinya dikejutkan dengan adanya lumpur setinggi mata kaki yang membanjiri toko milikinya.
"Mau tak mau saya bersihkan sendiri lumpur ditoko saya ini. Kemarin informasi dari pihak kontraktor akan mengganti semua kurugian. Kami masih menunggu informasi lebih lanjut," ujar Steven kepada KoranKaltim.com Selasa (14/3/2023).
Tak hanya itu, ia mengaku tak mendapat sosialisasi dari kontraktor yang mengerjakan proyek secara langsung. Bahkan, setelah kejadian pun, tak ada pihak terkait yang menyampaikan permintaan maaf atas hal yang merugikan dirinya itu.
Sebelummya, Steven mengaku sempat dilakukan pertemuan antara aparat setempat diwakili Babinsa dan Ketua RT, dengan pihak Pertamina juga kontraktor pelaksana. Dari pertemuan itu, disebut Steven pihak kontraktor mengakui bahwa lumpur yang ada itu merupakan imbas dari proyek yang mereka kerjakan.
"Karena adanya pemasangan pipa gas ini, ada tanah kosong di bawah bangunan kita sehingga cairan untuk pengeras pipa itu yang diduga membanjiri tokoh ini," jelasnya.
Akibat kejadian tersebut Steven mengakui mengalami kerugian hingga puluhan juta. Hal senada juga disampaikan pemilik Toko Frozen Food, Uswatun Hasanah. Ia mengaku, mengetahui ada lumpur membanjiri tokonya itu pada Kamis (9/3/2023) pagi lalu.
Ketika karyawannya hendak membuka toko lumpur sudah membanjir toko. Awal mula pihaknya bingung lumpur bersasal dari mana. Akan tetapi dari Kontraktor dan Pertamina memang mengakui bahwa itu merupakan lumpur dari adanya pengerjaan pemasangan pipa proyek gas.
"Kami pikir lumpur ini enda keluar lagi. Akan tetapi, baru baru ini lumpur kembali keluar lagi. Mereka maunya toko kami tetap dibuka. Akan tetapi lumpur terus mengalir kedalam toko bahkan sampai jalan raya, kami jadi agak bingung juga, " bebernya.
Yang jelas akibat lumpur ini pihaknya mengaku merugi, karena memang tokoh yang ia tempati itu baru sewa sekitar lima bulanan. "Jadi baru buka, dan kami juga nyewa gedung ini selama setahun," bebernya.
Informasi yang dirinya terima dari pihak kontraktor akan mengganti rugi saat pengerjaan proyek selesai. Untuk waktu penggantian rugi dirinya belum mengetahui secara pasti waktunya kapan.
"Kami juga gak berani jualan karena ada beberapa bagian lantai yang retak. Karena nanti kalau ada apa -apa siapa yang mau tanggungjawab. Kami rencanakan sih pindah, padahal kami baru sewa setahun, tetapi bagaimana lagi kondisinya tidak memungkinkan," tuturnya.
Terpisah, Humas Proyek Gas Senipah-Balikpapan, Andri A Siregar menambahkan, bahwa perhari ini anggota yang berada di lapangan melakukan pendataan.
"Kita lakukan pendataan, sampai selesai pekerjaan kemudian kami proses kompensasi dampaknya," jelasnya.
Mengenai target pemberian kompensasi, ia katakan ketika selesai pipa gas ditarik dan dipasang. "Kalau enggak ada kendala di bulan-bulan ini InsyaAllah," pungkasnya.
Editor: Rusdianto