Asisten I Tata Pemerintahan Setdakot Balikpapan Zulkifli kepada Korankaltim.com menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima dari hasil rapat evaluasi ada beberapa kendala sehingga pembukaan akses jalan ditunda, diantaranya teknis operasional pemasangan box culvert yang ternyata di luar dari yang direncanakan secara teknis dan ada kesulitan.
"Kemudian mengenai tanah uruknnya ada kendala karena cuaca, jadi pengambilannya ada kendala. Itu persoalan di lapangan secara teknis kenapa tidak terkejar hingga tanggal 11 Februari," papar Zulkifli Senin (13/2/2023).
Berdasarkan evaluasi pemkot akan meminta kesanggupan kontraktor dalam hal ini PT Fahreza Duta Perkasa yang mereka harus menyanggupi membuka satu jalur tanggal 20 Februari nanti. "Jadi kurang lebih sepekan ke depan diupayakan dibuka setengah jalur," terangnya.
Ditanggal 17 Februari, pemkot mengupayakan agar bisa dibuka untuk akses motor karena masyarakat banyak pengguna motor. "Jadi kami prioritaskan akses kendaraan roda dua dibuka dengan tidak mengabaikan aspek kemanan maupun kelancaran dari proyek itu sendiri. Setelah itu tanggal 20 baru dibuka satu jalur itu yang kami sepakati," sebut Zulkifli.
Mereka juga meminta pihak kontraktor untuk menggeser box culvert yang ada di depan grand city MT Haryono. "Kontraktor berencana menggeser malam ini. Kami minta paling tidak diturunkan minimal dipindah, agar tidak mengganggu arus lalu lintas yang ada di sana," ujarnya.
Bersama dengan instansi terkait pemkot berencana meninjau kembali di lapangan untuk memastikan janji pihak kontraktor yang menyebutkan mereka akan menambah alat di lapangan demi percepatan proyek.
"Jadi kami ingin pastikan tak ada penambahan di proyek karena sesuai dengan komitmen rapat," tutup Zulkifli.
Editor: Aspian Nur