Ditresnarkoba Polda Kaltim Kombes Pol Rickynaldo Chairul menjelaskan bahwa dalam operasi tersebut ada 16 target operasi (TO) yang berhasil diungkap sesuai rencana.
"Yang mana dalam kegiatan itu sudah ditentukan TO yang akan dicapai adalah 16 LP atau kasus dari seluruh jajaran. Untuk TO yang berhasil diamankan sebanyak 38 tersangka jadi untuk TO sudah terungkap semua sesuai rencana operasi yang disampaikan ke Biro Ops adapun TO tersebut tersebut di 10 kabupaten dan kota mulai dari Balikpapan, Samarinda, Kukar, Kutim, Bontang, Paser, PPU, Mahulu, dan Berau," jelas Rickynaldo di sela kegiatan rilis ungkap kasus di Mapolda Kaltim Senin (7/11/2022) siang.
Selain barang bukti sabu-sabu, petugas juga menyita 11 ribu obat keras daftar g dan 4 ekstasi."Kalau ekstasi memang di Kaltim agak kurang karena orang Kaltim hiburan tidak geleng-geleng. Kalau sabu-sabu banyak dan obat daftar G itu yang diprioritaskan sabu-sabu dan obat daftar G."ujarnya.
Dari 209 tersangka yang diamankan kata Rickynaldo ada 18 perempuan yang tersandung kasus narkoba. Rerata para tersangka adalah pengedar maupun kurir.
"Pengedar maupun kurir perempuan juga banyak kita sudah berkoordinasi dengan BNN bahwa semua tangkapan ini namun bagaimana cara pencegahan ini sudah kami koordinasikan, bagaimana pencegahannya dengan BNN. Karena Polda Kaltim ini tidak ada pencegahan namun yang ada penindakan hukum." tegasnya.
Tercatat wilayah terbanyak pengungkapan di masa operasi Antik Mahakam 2022 yakni Kutai Timur dengan 28 kasus, 31 tersangka laki-laki dan 2 wanita. Disusul Samarinda dengan 21 kasus, 34 laki-laki dan wanita 2. Selanjutnya Balikpapan dan Berau yang mengungkap 18 kasus. "Balikpapan 18 kasus tersangka 2 perempuan Berau tersangka 24 laki-laki dan 2 perempuan,"sebutnya.
Dia menjelaskan bahwa bandar narkoba, diakui belum berhasil dilakukan penangkapan. Di mana masih banyak kendala yang dihadapi petugas.
"Rata-rata kurir karena untuk kategori bandar ini masih dalam pengembangan daftar nama sudah ada sedang dikembangkan dan siapa yang menyuplai dananya karena barang bukti sebanyak ini biasanya harus ada dananya dulu dibayar dulu, baru didistribusikan kalau kurir sama pengguna ini tidak tahu siapa pembayarnya atau pemesannya,"urainya.
Berdasarkan ungkap kasus yang menonjol, didominasi di wilayah perairan dan daerah pesisir sebagai jalur yang dianggap aman untuk menyelundupkan narkoba dari luar negeri ke Indonesia.
"Artinya rata-rata di daerah pesisir sebagai jalur pantai dan laut itu narkoba tetap menjadi prioritas seperti terungkap sebelumnya jalur Selat Makassar ini menjadi prioritas kerawan tingkat satu, tidak jauh berbeda dengan di Selat Malaka,"jelasnya.
Dia menambahkan bahwa dua jalur itu yakni Selat Makassar dan Selat Malaka menjadi jalur perairan yang kerap dilalui oleh para bandar.
"Untuk masuk ke Indonesia itu jalur Selat Malaka dan Selat Makassar kenapa demikian? karena kalau narkoba yang berasal dari golden to anggel itu biasa menyebrang dari Vietnam masuk Selatan Malaka bisa juga masuk Selat Makassar dan ke Kalimantan." tandasnya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Rusdi