Longsor juga menimpa rumah warga di kawasan RT 44 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud langsung melakukan peninjuan ke sejumlah titik longsor dan banjir.
"Curah hujan cukup tinggi jadi ada beberapa titik longsor, saya sudah cek langsung terutama di daerah Utara kita semua bersama kepala dinas, lurah serta camat memeriksa situasi kondisi. Paling tidak kita amankan warga kita jangan sampai terjadi hal tidak diinginkan," paparnya usai peninjaun longsor di kawasan Balikpapan Utara, Minggu (9/10/2022) siang.
Terkait curah hujan dengan intensitas tinggi, Rahmad meminta seluruh warga meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa minggu ke depan.
"Saya berharap dan berpesan karena curah hujan cukup tinggi tetap waspada terutama masalah longsor dan banjir yang dapat terjadi dalam beberapa minggu ke depan. Longsor ini lokasi lama informasi nya memang ada pergeseran lahan, kita tidak salahkan warga karena apapun bentuknya dalam pembangunan pasti juga berkoordinasi dengan pemerintah," pintanya.
Dia terus mengingatkan masyarakat ketika akan membangun rumah untuk selalu berkoordinasi dengan pemerintah, untuk mengetahui apakah layak atau tidak suatu lahan dijadikan rumah.
"Saya hanya mengingatkan warga ketika membangun rumah agar terus berkoordinasi dengan pemerintah karena kita tahu titik longsor yang mana dan diberikan rekomendasi bangunan kayu atau beton. Harapan dan pesan saya tetap waspada," tegasnya.
Terpisah, Kepala Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Balikpapan, Kaltim, Erika Mardiyanti mengatakan, wilayah Kaltim pada 9 - 12 Oktober 2022 mengalami fenomena sirkulasi siklonik.
Fenomena itu, kata Erika dapat mengakibatkan peningkatan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Kaltim.
"Ini mendukung peluang pembentukan awan-awan hujan di wilayah Kalimantan Timur khususnya pada tanggal 9 hingga 12 Oktober 2022. Kondisi ini menyebabkan kondisi cuaca pada periode tersebut berpotensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta dapat disertai petir dan angin kencang," timpal Erika.
Dampak fenomena ini urai Erika akan dirasakan di seluruh wilayah seperti Kota Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kabupaten Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Berau, Mahakam Ulu, Kutai Barat, Paser, dan Penajam Paser Utara.
Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat Kaltim untuk selalu waspada terhadap dampak cuaca ekstrim yang dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi. "Seperti genangan air di wilayah Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kota Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Kutai Timur, " tandasnya.
Sebagai Informasi RT 44 KM 6 Balikpapan Utara terjadi longsor
1. Bangunan rusak ringan atas nama Rais (pemilik) 1 KK 5 jiwa. Saat ini mengungsi di rumah keluarga.
2. Bangunan tertimbun longsoran dampak longsoran dari rumah Rais atas nama Suselo Saputro (penyewa). Terdapat 1 KK 3 Jiwa.
Banjir meliputi beberapa RT diantaranya RT.01,RT.02,RT.03,RT.04,RT.31,RT.53,dan RT.36. Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara.
1. Banjir terjadi berkisar mulai pukul 00.00 WITA sampai pukul 01.30 WITA, hal tersebut disebabkan hujan lebat dan kawasan yang berada dekat dengan aliran sungai.
2. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan saat ini warga sedang melakukan pembersihan akibat dari dampak banjir semalam..
3. Saat peninjauan lapangan di RT 53 wali kota didampingi oleh Kepala BPBD, Kadis PU, Kadisperkim, Camat dan lurah serta ketua RT serta ketua pondok pesantren Ibnu Qoyim setempat.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Maruly Zainuddin