Kepada Korankaltim.com pagi tadi, Asmar si pemilik rumah mengatakan pergerakan tanah sudah terjadi sejak satu bulan lalu. Secara perlahan, rumah yang berada di tebing tepi jalan itu retak. "Sedikit demi sedikit longsornya sudah satu bulan lalu. Rebah rumah pas 03.30 Wita tadi malam. Itu rumah saya," kata pria 55 tahun itu.
Asmar mengalami luka di bagian kepala dan tangan karena saat kejadian mencoba menyelamatkan barang berharga. Saat di lantai satu rumah, tiba-tiba tembok beton roboh hingga menjebol papan lantai dan menimpa kepalanya.
Beruntung pada saat kejadian, ayah 5 anak ini dapat menyelamatkan diri. "Saya luka di bagian tangan dan kepala sebelum rebah saya selamatkan barang saya, tiba-tiba tembok jatuh ke lantai hingga jebol dan tertimpa ke lantai bawah," paparnya.
Asmar mengetahui rumahnya akan longsor sehingga jauh-jauh hari anak dan istrinya diungsikan ke rumah keluarga. "Kondisi rumah sudah miring, keluarga sudah saya ungsikan sebelumnya,"paparnya.
Camat Balikpapan Utara Muhammad Idris beserta perangkat Kecamatan dan Kelurahan Graha Indah langsung melakukan peninjauan lokasi longsor. Idris memaparkan pihaknya jauh-jauh hari sudah mengetahui adanya pergerakan tanah di rumah milik Asmar.
"Sebenarnya sudah lama pergerakannya terpantau dan sudah diusulkan untuk dipindahkan dan kami berikan bantuan sewa rumah agar Pak Asmar bisa pindah ke tempat lebih aman. Karena masih proses tiba-tiba ada pergerakan lebih cepat dari dugaan sehingga rumahnya runtuh," ujar Idris di lokasi.
Saat ini keluarga Asmar sudah berada di tempat tinggal yang aman. Pihakya sudah berkoordinasi dengan bagian pemerintahan Pemkot Balikpapan untuk segera memberikan bantuan sewa rumah. Sedangkan untuk lahan yang longsor, akan dilakukan pembahasan kepada Pemkot Balikpapan.
"Kami langsung melihat lokasi, kami tidak bisa memprediksi hal ini. Penanganan awal untuk sewa rumah dari bagian pemerintah diupayakan." pungkasnya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur