Jarno, warga setempat mengatakan, jalan longsor yang terbuat dari beton semen itu sempat terdengar bunyi nyaring seperti benturan benda."Ada suara patahan beton brak, gitu lalu longsor berdampak terhadap dua rumah warga hingga menjebol dinding dapur,"ujarnya di lokasi kejadian.
Dia mengatakan, kejadian longsor ini sudah kali kedua terjadi. "Ini merupakan akses menuju sekolah dasar 014 sementara kendaraan tidak bisa lewat sini, sudah kedua kali kejadian longsor mas,"sebutnya.
Warga setempat kemudian memberikan tanda larangan melintas di area tersebut karena berbahaya. Terlebih ketika hujan kembali turun, berpotensi terjadi longsor susulan. "Tadi pihak kelurahan sudah datang melihat lokasi, untuk sementara kami diberi terpal untuk menutup area longsor agar kalau hujan tidak langsung mengenai titik longsor," tuturnya.
Jalan longsor tersebut yang menghubungkan ke sekolah dasar membuat kekhawatiran oleh sebagian siswa yang tengah menimba ilmu, seperti yang dirasakan oleh Refan (10) yang duduk di bangku kelas V.
"Saya khawatir om, ya semoga lekas diperbaiki supaya gak longsor lagi, ada jalan selain ini tapi jauh harus mutar lagi."pintanya.
Longsoran juga dialami oleh rumah Titik, warga RT 36 Kelurahan Prapatan, Balikpapan Kota yang rumahnya terisi lumpur akibat air mengalir bercampur tanah masuk ke dalam rumahnya.
Ketua RT 36 Kelurahan Prapatan, Balikpapan Kota Setiar mengatakan, kejadian sekira pukul 03.00 WITA masuk ke dalam rumah lewat dapur."Jadi bangunan ini kan menempel dengan dinding tanah, saat hujan air ini masuk membawa tanah lewat celah pintu. Ada parit, namun karena lama tidak ada perbaikan, sehingga air meluap dan masuk ke dalam rumah,"katanya.
Rumah tersebut dihuni oleh lima jiwa dan satu KK, untuk sementara waktu penghuni diungsikan ke rumah keluarga.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Maruly Zainuddin