Kepala Bidang Keamanan dan Penegakan Hukum Satgas Covid-19 Balikpapan Zulkifli menjelaskan, mereka masih mempertimbangkan terkait izin tersebut mengingat diprediksi jumlah peserta tabligh akbar akan membeludak.
"Balikpapan masuk di level 1 PPKM, tetapi sudah ada edaran baru juga dari Kementrian dalam negeri yang mewajibkan daerah harus booster untuk berkumpul massa untuk masuk ke area public. Di Lapangan Merdeka kan masuk area publik jadi mohon bersabar dulu kami masih koordinasi kepada pihak-pihak terkait," papar Zulkifli kepada Korankaltim.com Kamis (14/7/2022) malam tadi.
Tabligh akbar itu masih dalam tahap kajian, yang melibatkan seluruh stake holder sehingga keputusan yang akan dihasilkan dapat bermanfaat untuk seluruh masyarakat.
"Nanti kami putuskan apakah ini sifatnya ditunda, apakah rekomendasinya hanya boleh yang booster saja yang mengikuti karena juga ada surat edaran mendagri tadi kan harus booster karena khawatir jumlahnya ribuan," jelas Zulkifli lagi.
Berdasarkan SE Mendagri No.440/3917/SJ tanggal 11 Juli 2022 diwajibkan vaksinasi dosis lanjutan (booster) sebagai persyaratan untuk memasuki fasilitas publik/fasilitas umum antara lain perkantoran, pabrik,taman umum, tempat wisata, lokasi seni, budaya, restoran/rumah makan, kafe, pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan, dan area publik lainnya.
Rencana kegiatan tabligh akbar di Kota Beriman merupakan kegiatan tambahan karena kegiatan utama sebenarnya berlangsung di Kalimantan Utara.
"Sebenarnya acara pokok UAS itu di Kaltara, transit di Balikpapan kemudian ada waktu tersisa jadi dimanfaatkan oleh Badan Dakwah Islam Pertamina dan Istiqomah di isi kegiatan tabligh akbar," ungkapnya.
Jumat (15/7/2022) hari ini akan dilakukan rapat koordinasi terkait adanya kegiatan tersebut karena pertimbangan itu dilakukan lantaran sudah terdeteksi Covid-19 varian baru B.A5 dan B.A4 muncul di Kota Minyak.
"Pemkot Balikpapan mempertimbangkan pelaksanaan tersebut karena masa bertahan kalau tabligh akbar bertahan beberapa jam tidak sirkulasi sifatnya. Kecuali kalau acara pernikahan kan datang dan pergi. Konser juga sifatnya bertahan di sutau tempat itu juga perlu dipertimbangkan betul jangan sampai jadi tempat penularan." tutup Zulkifli.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur