Hal ini terbukti dengan meningkatnya persediaan stok beras yang melimpah hingga mencapai 7 juta ton sehingga bisa mengekspor beras sebanyak 200 ribu ton.
"Ekspor telah dilakukan selama tiga tahun lalu terakhir,” ujarnya kepada awak media.
Selain itu dia terangkan, pemerintah memprediksi
ekonomi Indonesia akan mengalami peningkatan sekitar 4,7–5,2 persen tahun ini meskipun adanya pandemi Covid-19 pertumbuhan ekonomi minus 3,9 persen.
"Meski biaya hidup di seluruh dunia mengalami peningkatan, tapi di Indonesia tidak menaikkan karena makanan di Indonesia diberikan subsidi pangan senilai Rp 424 triliun," terangnya.
Sementara itu megenai pemindahan IKN, dia katakan saat ini sedang diupayakan pemerintah.
Dia menilai, pemindahan ibu kota merupakan solusi mengurangi beban DKI Jakarta, yang saat ini kian berat.
Di samping itu, pemindahan ibu kota diyakini juga mampu memeratakan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, yang selama ini terpusat di Pulau Jawa.
Diakuinya, pertumbuhan ekonomi Kaltim memang lebih rendah ketimbang nasional, yakni 3,21 persen dengan kontribusi hanya 8 persen.
Angka ini, dia katakan, bahkan lebih rendah jika dibanding Sumatra, yang mengalami pertumbuhan 4 persen dengan kontribusi 21 persen terhadap perekonomian nasional.
“Sementara Pulau Jawa mengalami pertumbuhan sebesar 5 persen dengan kontribusi mencapai 50 persen lebih,” ucapnya.
Lanjut dia katakan, pemindahan IKN ini juga bertujuan untuk menciptakan kota untuk semua dan sebagai identitas nasional serta penggerak ekonomi masa depan.
“Ibu Kota Nusantara memang diarahkan sebagai kota yang sustainable, green city, green energy and smart city,” ucap pria yang juga Ketua DPP Partai Golkar.
Oleh karenanya, Uniba, diharapkan mampu memberi peran terhadap pembangunan IKN pada masa yang akan datang.
Di sisi lain, Airlangga juga sempat menyinggung industri hidrogen yang disiapkan untuk menggantikan batu bara dan migas pada masa yang akan datang.
Kalimantan Utara, diharapkan jadi salah satu lokasi pengembangan industri hidrogen di Tanah Air. Bahkan, industri hidrogen Tanah Air, diprediksi bakal jadi industri dengan ongkos produksi paling rendah di ASEAN.
“Hidrogen nantinya juga bisa di transportasi dalam bentuk gas maupun cair, bahan bakunya adalah air,” tandasnya.
Terpisah ditempat yang sama, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi DWK, Rendi S Ismail mengaku terhormat mendapat kunjungan dari Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.
"Ini jadi motivasi tambahan bagi kami untuk menjadikan Uniba salah satu universitas unggulan di Kaltim," kata Rendi.
Hal senada juga disampaikan Rektor Uniba Isradi Zainal bahwa, Uniba siap dalam mensukseskan pembangunan Ibu Kota Nusantara.
"Kami ingin pembangunan infrastruktur juga sejalan dengan pengembangan SDM," pungkasnya.
Penulis: Laeko
Editor: Supiansyah