Koordinator Lapangan (Korlap) aksi unjuk rasa Amin mengatakan, kasus itu sudah sepekan lebih bergulir namun belum ada respon resmi dari Rektor ITK untuk meminta maaf kepada rakyat Indonesia.
"Aksi kami sore ini merupakan feedback untuk rektor ITK atas isu yang sudah terjadi, yang mana kasus tersebut berlangsung lebih dari satu pekan namun tidak ada titik terang. Memang benar beliau menyatakan itu merupakan tulisan pribadi dan tidak menyangkutpautkan dengan institusi ITK namun imbas yang terjadi justru mengena kepada mahasiswa ITK dan institusi ITK," kata Amin kepada Korankaltim.com disela aksi unjuk rasa.
Nama baik kampus ITK tercoreng oleh rektornya sendiri, bahkan cercaan dan hinaan juga teror terus berdatangan kepada kampus.
"Nama baik institusi ITK kembali tercoreng, cercaan tidak bisa dibendung, makian bahkan teror kepada kampus terjadi sehingga rektor harus bertanggungjawab," tegasnya.
Kendati sebelumnya Rektor ITK sudah melakukan klarifikasi akan tetapi isinya hanya pembelaan diri dan tidak menjelaskan ihwal postingan itu dibuat.
"Memang benar rektor sudah mengklarifikasi beberapa waktu lalu, namun klarifikasi masih berupa pembelaan beliau tidak menjelaskan secara rinci dan eksplisit apa tujuan sebenarnya membuat postingan tersebut yang jika kita telaah sangat bermuatan SARA," sebut Amin lagi.
Aksi tersebut dimaksudkan untuk beraudiensi kepada pihak rektorat agar dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi dan dapat meredam amarah masyarakat.
"Kami dari mahasiswa ITK berinisiatif melakukan audiensi dengan pihak kampus untuk meminta klarifikasi untuk meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia paling tidak untuk meredam potensi amarah masyarakat sehingga nama baik ITK tidak bertambah buruk," harapnya.
Dalam audiensi itu juga ada tiga tuntutan yang didesak kepada Rektor ITK Prof Budi Santosa diantaranya meminta klarifikasi dan permintaan maaf secara resmi kepada seluruh rakyat Indonesia, kedua menuntut Rektor ITK untuk mengundurkan diri sebagai rektor ITK.
"Poin ketiga merupakan lanjutan dari poin ke dua apabila poin kedua tidak dapat dipenuhi maka kami akan menunut kepada pihak berwenang untuk menindaklanjuti atau mencopot jabatan sebagai Rektor ITK berdasarkan peraturan yang berlaku," sebut Amin.
Peserta aksi juga membawa spanduk berisi tuntutan dan jargon-jargon desakan kepada rektor ITK untuk mundur dari jabatan.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur