Sebanyak tiga kru kapal diperiksa di Mako Pangkalan TNI AL Balikpapan. Komandan Lanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Rasyid Al Hafiz, MMaritimePol., M.Tr.Hanla mengungkapkan pada Jumat (29/4/2022) kemarin KRI Mandau melaksanakan kegiatan patroli di perairan Balikpapan hingga Makassar dan mendapati kapal TB NSS II yang menarik kapal tongkang dengan muatan mencurigakan.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap kru dan dokumen perlengkapan. Tercatat isi muatan tongkang tersebut adalah CPO seberat 4.100 Ton.
"Membawa CPO seberat 4.100 Ton setelah dilaksanakan pemeriksaan oleh KRI Mandau didapat bukti awal pelanggaran yang sebagian besar mengarah ke pelayaran jadi seperti surat terkait dengan dokumen bongkar muat belum lengkap kemudian ada perlengkapan kapal yang belum siap seperti meterologi dan sebagainya," ungkap Rasyid kepada Korankaltim.com Sabtu (30/4/2022) di Mako Lanal Balikpapan.
Bukti awal yang didapat dari KRI Mandau kemudian menyerahkan tangkapan tersebut ke Lanal Balikpapan untuk dilakukan penyelidikan dan pengembangan.
"Dari hasil tangkapan itu untuk penyelidikan lebih lanjut, jadi di sini kami sebagai fungsi Pangkalan TNI AL melaksanakan pemeriksaan lebih lanjut, kira-kira apakah yang terjadi kami masih lakukan penyelidikan," imbuhnya.
Terkait dengan indikasi muatan tersebut akan diekspor ke luar negeri, Rasyid mengaku masih menunggu hasil penyelidikan.
Diketahui pemerintah tengah melarang ekspor CPO dan turunan berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 22/2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein, dan Used Cooking Oil.
"Belum berani menyatakan itu karena rutenya dari Samarinda ke Kota Baru dan belum bisa dinyatakan ini ada benar penyelundupan atau tidak tapi dokumen sebagian besar mengarah ke pelayaran, disini sudah kami bawa tiga orang nahkoda bersama dua kru, kami lakukan penyelidikan lanjutan, makanya kami dibantu staf operasional kami dan staf hukum yang akan menggali lebih dalam," tutup Rasyid.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur