Ketika masuk di bibir buritan kapall, belakangan tali tidak kuat menahan beban truk dan putus. Truk pun melaju tanpa kendali menuju laut, beruntung tangki bahan bakar minyak (BBM) truk tersebut nyangkut, sehingga truk tidak sampai tercebur ke laut.
“Truk itu dalam keadaan kosong, memang sedang mogok mau dibawa ke Surabaya, dengan menggunakan kapal KM Santika Nusantara,” kata Kepala Pos Polisi Pelabuhan Semayang Aiptu Mursalim, kepada wartawan.
Sang sopir truk Arifin sempat syok, lantaran saat kejadian berada di dalam truk. Beruntung dia masih bisa menyelamatkan diri dengan lompat ke dermaga.
“Saat kejadian sopir ada di truk terlihat pasrah saja, dan melompat ke luar setelah terganjal. Tidak ada korban dan truk juga tidak tercebur,” ungkapnya.
Evakuasi sendiri dilakukan menggunakan mobil crane milik Pelabuhan Semayang. Namun sayangnya mobil crane yang digunakan bukan diberikan bantuan secara gratis, malah sang sopir yang tertimpa musibah ini harus membayar senilai Rp 3 juta. Padahal untuk masuk ke dalam pelabuhan sopir harus membayar hampir Rp 500 ribu.
“Disuruh bayar Rp 3 juta pak, sekali angkut. Padahal kan masuk ke pelabuhan aja sudah bayar, ini kita kena musibah disuruh bayar juga,” ujar sopir truk.
Truk akhirnya berhasil dievakuasi dengan diangkat menggunakan crane, dan bisa melanjutkan perjalanan ke Surabaya, untuk diperbaiki. (yud)