Erlis Saputra peneliti dari Departemen Geofrafi Pembangunan Universitas Gajah Mada (UGM) mengatakan kawasan lahan gambut tidak banyak yang langsung beririsan di lokasi IKN.
"Sebenarnya tidak banyak yang langsung beririsan dengan lahan gambut di kawasan IKN ya yang paling banyak di kawasan zona inti dan penyangga, zona perluasan, yang di dua zona tersebut memang lebih banyak gambutnya," kata Erlis kepada Korankaltim.com Sabtu (13/11/2021) hari ini.
Kalau dilihat dari pengukuran citra time series, ada kemungkinan terjadi penurunan lahan. "Ketika kondisi dieksploitasi secara masif untuk angkanya kami publis nanti, saat ini sedang direview partikel tapi ada kemungkinan untuk penurunan deformasi tanah, arah deformasi tanah bisa jadi line subsidence juga nanti terjadi seperti di Jawa bagian utara atau di Jakarta yang mungkin akan turun tanahnya itu yang kita hindari sekarang," paparnya.
Dalam penelitian tersebut akan dilakukan inventarisasi data kemudian dianalisis seberapa besar deformasinya yang diharapkan dengan basis pada penelitian ekosistem itu bisa dihindari di mitigasi
"Kalau turun tidak ada batas normal kalau turun ya tidak bagus tapi itu gambut ada gambut dalam dan gambut dangkal selama itu gambut dangkal saya pikir turunnya tidak seberapa karena hanya sampai 3 meter kalau lebih dari itu kemudian semua gambutnya turun 3 meter lebih dari itu yang berbahaya," jelas Erlis lagi.
Untuk jumlah kawasan lahan gambut di kawasan IKN, Erlis belum dapat menyebut angka pastinya namun luasan gambut tercatat ada di beberapa spot . "Yang kami hitung ada yang 250 hektar, disisi utara ada 13 hektar nanti pastinya saya lihat di petanya dulu. Yang beririsan di pusat IKN ada sedikit di area perluasan ada sekitar 1000an hektar disekitaran Sepaku, Pemaluan, Mentawir ada juga di sekitar Teluk Dalam,"sebutnya.
Implikasi adanya deformasi dapat mengakibatkan cracking karena bangunan tidak stabil.
"Jadi terjadi cracking atau pecah kemudian kedua ketika berbicara ekosistem terjadi penurunan gambut menyebabkan emisi yang besar yang ketiga memang stabilan lahan juga tidak bagus," papar Erlis.
Lahan gambut sepanjang tidak dieksploitasi tidak akan terjadi apa-apa. "Tapi kalau di sekitar gambut kemudian gambutnya di pelihara itu gak masalah makanya kita perlu pemetaan yang lebih detail lokasi gambut itu di mana kemudian dampaknya apa kemudian luasan berapa dan rencana kawasan gambut itu oleh IKN untuk apa," tutup Erlis.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur