Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak melalui Wakapolda Kaltim Brigjen Haryanto kepada Korankaltim.com mengatakan, festival mural merupakan ajang penyaluran para kreator mural.
"Festival Mural diadakan pada tingkat Mabes Polri hingga tingkat daerah. Kami akan mengirimkan dua peserta untuk ikut festival di tingkat Mabes Polri," kata Haryanto kepada Korankaltim.com disela acara siang tadi.
Festival Mural memperebutkan Piala Kapolda Kaltim diikuti 16 peserta dari beberapa daerah di Kaltim. "Tujuan festival ini untuk menyalurkan hobi mural dan tidak membuat lukisan di tempat yang mungkin dilarang," paparnya.
Ditengah pandemi Covid-19 para perupa seni dengan media dinding ini justru dapat menyalurkan hobi tersebut yang bernilai ekonomis. "Seni mural ini memerlukan keahlian, biasanya bisa kita lihat di kafe, hotel dan tempat hiburan. Di truk itu juga mural juga kan ada nilai ekonomis juga," papar Haryanto.
Mural merupakan bentuk ekspresi menyampaikan kritik maupun pendapat dalam bentuk gambar. "Ini juga bentuk sosialisasi kalau polisi tidak boleh anti kritik, terima semua masukan saran, melihat kritik itu obat memang rasanya pahit tapi bisa menyembuhkan jadi kritik kami terima sebagai masukan agar Polri jauh lebih baik," tutup Haryanto.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur