"Ya memang akan segera akan diportal tapi sesuai dengan kesepakatan RT dengan tokoh masyarakat, nah segera kami portal, kita tinggal menunggu akhir bulan, kalau tidak ada kejelasan dari pemerintah kota itu akan segera diportal," kata, Tokoh Masyarakat Sungai Wain, H Makkulawu, Rabu (27/10/2021).
H Makkulawu yang juga ikut terdampak longsor itu mengatakan, selama setahun longsor ini terjadi hanya bantuan sewa rumah dan tenda yang diberikan.
"Untuk sewa rumah tadi itu Rp 4,5 juta satu KK kali 12 rumah, sekali aja itu selama enam bulan kan, nah ini sudah hampir satu tahun belum ada bantuan lagi sampai saat ini. Tendanya sudah dibongkar," sebutnya.
Dikatakannya, saat ini warga terdampak mengungsi ke rumah kerabat terdekat untuk dan ada yang masih menetap karena tidak mempunyai tempat tinggal lagi.
"Termasuk mas imam itu tidak bergeser dari situ, rumahnya bergeser tapi orangnya tetap ada di situ. Ya harapan kita segera dikerjakan gitu jangan lagi menunggu bahwa nanti awal tahun depan, nah kami mau saat ini dikerjakan," harapnya.
Ketua RT 35 Sodiq mengaku bahwa sudah ada kesepakatan dari tujuh RT yang terdampak di sekitar tanah longsor untuk memblokade jalan yang merupakan akses ke Kebun Raya, gudang amunisi, Pertamina, TPU Terpadu itu.
"Intinya sekarang minta dipercepat dikerjain, ada tujuh RT sudah sepakat kalau seandainya akhir bulan ini belum ada realisasi untuk pengerjaan itu atau reaksi pemerintah untuk ada pengerjaan mau diportal," tandasnya.
Untuk itu, Ia meminta kepada pemerintah agar segera ditindaklanjuti melihat warga yang kasihan mengungsi akibat rumah yang sudah tidak bisa dihuni lagi.
"Sejauh ini hanya melihat poto setelah itu tidak ada kunjung datang lagi, nah ada apa kok sampai seperti itu kok gak ada realisasi dari dulu. Kasian juga ini sekarang warga semakin lama, semakin hilang rumahnya," bebernya.
Ketua Forum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Balikpapan Utara, Budi Irawan mengaku anggaran Dana tlTak Terduga (DTT) sudah ada dari periode Wali Kota Rizal Effendi, akan tetapi hingga sekarang belum ada realisasinya.
"Apakah anggaran itu dilempar ke lain, sebenarnya inikan program bencana itukan ada DTT itu dikemanakan, jangan sampai masyarakat jadi resah, masyarakat disitu dirugikan dengan adanya dana yang terbengkalai dana yang tak karuan ke mana arahnya," tambahnya.
Penulis : Muhammad Rizieq
Editor : Bambang Irawan