Yang sekarang masih ada pasien Covid-19 hanya di Hotel Grand Mustika yang digunakan sebagai tempat isoter di Kota Beriman.
"Iya ditutup, yang ada cuma di Hotel Grand Mustika," kata Dio, sapaan akrabnya saat ditemui Korankaltim.com di posko Covid-19, Kamis (7/10/2021) pagi tadi.
Sebelumnya beberapa hari lalu gubernur menunjuk Asrama Atlet Sempaja Samarinda dan Embarkasi Haji sebagai pusat karantina (puskar) di Kaltim pada saat Rapat Koordinasi dengan pemerintah pusat.
Embarkasi Haji itu sudah sejak lama digunakan sebagai tempat isoter pasein Covid-19 sejak tahun 2020 lalu.
"Asrama haji sudah lama dijadikan isoter, sejak 15 Agustus tahun lalu. Sudah satu tahun lebih," papar Dio.
Penutupan tempat isoter Embarkasi Haji ini juga bukan kali ini saja, sebelumnya beberapa bulan lalu sempat ditutup karena ada rencana keberangkatan calon jemaah haji.
"Pernah memang kami menutup karena waktu itu ada rencana memberangkatkan jamaah haji, namun hanya sebulan setelah itu jamaah haji nggak jadi berangkat ya dioperasionalkan lagi," paparnya.
Tempat isoter itu selain untuk masyarakat kota Balikpapan, juga bisa ditempati oleh masyarakat luar kota mengingat lonjakan kasus Covid-19 tak terlepas dari pekerja di perusahaan yang transit di Balikpapan.
"Diluar Balikpapan juga bisa, cuma memang kalau pekerja perusahaan
Kami minta perusahaannya ikut bertanggungjawab karena tempat tidur di dalam juga kan terbatas," ujarnya.
Ditutupnya isoter Emberkasi Haji itu tidak serta merta karena selain tidak ada lagi pasien, Pemkot Balikpapan juga mengalihkan fungsinya sebagai tempat sentra vaksinasi selain di BSCC Dome.
Tetapi kalau diperlukan lagi, akan dibuka kembali lagi sebagai tempat isoter atau Puskar yang ditunjuk oleh Gubernur.
"Ya dilihat kondisi kasus, kalau memang nanti diperlukan dibuka lagi. Tapi sekarang kan dijadikan sentra vaksinasi, supaya tetap bermanfaat tempatnya," tutup Dio.
Penulis : Muhammad Rizieq
Editor: Aspian Nur