"Selasa malam dikasih tahu RT. Nggak ada daftar apa-apa," kata Sartin sambil memegang dua KTP dan uang tunai yang baru diterimanya.
Uang tunai Rp300 ribu itu diakuinya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan selama satu minggu. "Cukupnya ya Rp500 ribu. Paling untuk beli ikan aja," sebutnya.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud meninjau langsung hari pertama penyaluran bansos warga terdampak PPKM. Dia menyebut lebih kurang 50 ribu KK akan menerima uang yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Uang tunai supaya (terjadi) perputaran ekonomi, bisa merasakan manfaat APBD turun ke masyarakat," terang Rahmad Mas'ud.
Penerima manfaat berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Namun bansos tersebut juga diperuntukkan bagi warga terdampak PPKM. Misalnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Pedagang Kaki Lima (PKL) hingga korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
"Sebelumnya kita minta mendaftar ke dinas masing-masing seperti UMKM ke Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian, driver atau sopir angkutan ke Dinas Perhubungan. Alhamudillah, data itu terkumpul," jelasnya.
Pemerintah kota memprioritaskan penerima manfaat adalah warga Balikpapan. Kendati tidak menutupkemungkinan warga luar turut mendapat bantuan serupa.
"Ya itu kan kebijakan. Kalau memang berhak, ya kita berikan juga," pungkasnya.
Penulis: Hendra
Editor : Bambang Irawan