"Ketika kami telah mempersiapkan, ternyata ada kebijakan pemerintah melarang mudik tahun ini," kata Saleh kepada KoranKaltim.Com di atas KM Kirana yang sandar di Pelabuhan Semayang, Sabtu (10/4/2021).
Pihaknya merasa kecewa dengan terbitnya kebijakan tersebut kendati tujuannya agar tidak terjadi penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) secara masif. Sementara masyarakat dinilai sudah sangat siap mudik dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
"(Kebijakan) itu merupakan pukulan tidak hanya bagi kami perusahaan pelayaran, tapi juga bagi masyarakat," ujarnya.
Dharma Lautan Utama turut melakukan survei kepada masyarakat dan hasilnya 80 persen ingin mudik supaya bisa berkumpul bersama keluarga saat lebaran. Survei itu dijalankan pada 2019 - 2020.
Bahkan survei ulang pun dilakukan ketika larangan mudik diputuskan oleh pemerintah. "Rata-rata mereka tak peduli dan bagaimana pun caranya mereka ingin pulang," sebutnya.
Sebagai perusahaan pelayaran, Dharma Lautan Utama turut melakukan segala pengetatan protokol kesehatan supaya penyebaran Covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin terutama ketika dalam kapal.
"Kami sudah mempersiapkan termasuk ruang isolasi di atas kapal. Faktanya tidak pernah terisi selama setahun," ungkapnya.
Penulis: Hendra
Editor : Rusdi