“Bahkan pemakaian tempat tidur di ruang isolasi sudah mencapai 81 persen,” kata Andi Sri Juliarty, Selasa (29/12).
Masyarakat perlu mewaspadai gejala Covid-19 seperti batuk, pilek, demam tinggi, influenza, otot pegal, sakit kepala, diare hingga kehilangan indra penciuman. “Kami sarankan segera berobat, jangan menunggu sesak napas,” imbaunya.
Pejabat yang akrab disapa dokter Dio ini menyatakan Covid-19 sangat cepat menular apabila tidak segera ditangani. Terlebih bila dalam satu rumah atau kelompok terdapat orang dengan gejala yang sama.
“Hindari dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan sebaiknya tetap berada di rumah apabila tak ada kepentingan mendesak,” sambungnya.
Sedangkan untuk ibu hamil disarankan melakukan rapid test dan melakukan karantina mandiri selama 14 hari sebelum persalinan. Termasuk segera melapor kepada Dinas Kesehatan jika terkonfirmasi positif.
“Supaya kami bisa merujuk pasien untuk melakukan persalinan di rumah sakit yang memiliki ruang persalinan berstandar Covid-19,” jelasnya.
Pemerintah Kota Balikpapan bahkan kembali menerbitkan surat edaran kepada seluruh perusahaan baik BUMN/perusahaan swasta untuk kembali memaksimalkan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) selama pandemi.
“Di lingkungan kantor pemerintah kota pun kami minta terapkan WFH sampai 3 Januari 2021,” tambah Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi.
Penulis : */Hendra
Editor : Bambang Irawan