"Setelah kegiatan debat publik, tahapan KPU akan konsentrasi menangani logistik ini lebih rumit daripada debat, karena kita memastikan jumlahnya, ketepatan waktu, ketepatan ukuran serta desainnya," kata Noor Thoha, Minggu (15/11/2020). Namun demikian, pihaknya tidak lagi disibukkan dengan lelang cetak surat suara. Dikarenakan sudah dipegang oleh KPU RI di mana proses lelang melalui e-katalog.
"Proses lelang menggunakan e- katalog jadi sebagian besar langsung dikendalikan RI (KPU RI) jadi tinggal jalan saja misal Balikpapan percetakan surat suara di Temprina kemudian percetakan formnya di Pura tinggal mengikuti arahan saja jadi kita tidak direpotkan dengan lelang lagi dan kita tidak ada risiko itu karena seluruh lelang ada di KPU RI,"jelasnya.
Untuk diketahui sebelumnya bahwa KPU Balikpapan pada Rabu (11/11/2020) malam melaksanakan kegiatan debat publik pendalaman Visi Misi Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan di Ballroom Hotel Novotel Balikpapan.
Debat Publik tersebut sempat tertunda lantaran Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha dinyatakan Positif Covid-19. "Kami laksanakan sesuai dengan rencana awal, tetap dengan 5 panelis 1 moderator. Tema kami ubah karena masukan dan pertimbangan berbagai pihak agar lebih luas temanya menyelesaikan masalah kota Balikpapan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,"bebernya.
Pelaksanaan debat tersebut juga menggunakan standar protokol kesehatan di mana di dalam ruangan hanya terdapat 50 orang saja."Secara keseluruhan tidak boleh melampaui 50 orang jadi kami batasi bahkan petugas keamanan saja dibatasi. Durasi 120 menit itu dengan iklannya,"tandasnya.[ADV]
Penulis : Yudi Hadi
Editor : Rusdi