Merawat pasien Covid-19 pertama pada Maret lalu, kini genap 5 bulan rumah sakit pelat merah itu melayani pasien Covid-19. Setiap bulan, lanjut Edy klaim perawatan pasien dari RSKD ke pemerintah pusat mencapai Rp8 miliar. Ia mengatakan, saat ini klaim tengah diverifikasi oleh Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
“Sudah kami lakukan klaim dan diverifikasi, tapi tunggakannya masih belum dibayarkan. Kalau dihitung sejak Maret, ya hampir Rp40 miliar,” ungkapnya.
BPJS Kesehatan memverifikasi kebenaran diagnosa pasien Covid-19. Mulai dari hasil laboratorium dan rontgen. Termasuk penyesuaian data pasien yang dilaporkan ke Gugus Tugas pusat. “Verifikasi itu yang bikin lama,” ucapnya.
Klaim tersebut diajukan per pasien dengan nilai yang berbeda. Jika direratakan mencapai sekitar Rp70 juta hingga Rp80 juta sudah termasuk biaya makan minum dan laboratorium. “Lama perawatan itu yang bikin klaim jadi tinggi,” sebutnya.
Kendati begitu, RSKD mendapat bantuan operasional dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Timur. “Hanya obat-obatan dan makan minum yang butuh biaya tinggi,” ujarnya.
Dirinya juga menampik adanya anggapan bahwa rumah sakit bermain dalam pendataan dan penanganan pasien Covid-19 agar mendapat kucuran dana besar dari pemerintah.
“Sebetulnya kami lebih senang tidak merawat pasien Covid-19. Lebih baik merawat ibu bersalin atau orang sakit yang sudah dijamin BPJS Kesehatan,” tuturnya.
Sehingga adanya anggapan tersebut, menurutnya adalah sebuah justifikasi atau penilaian negatif yang diberikan kepada rumah sakit. Sementara penyebaran Covid-19 sangat berisiko tinggi. Bisa mengancam nyawa pasien dan paramedis.
“Tidak mungkin kami bermain. Malah kalau bisa, kami tidak merawat pasien dan tak harus pakai APD (Alat Pelindug Diri) juga,” imbuhnya.
RSKD dan rumah sakit lainnya, lanjut Edy, berusaha melayani masyarakat yang terdiagnosa positif Covid-19 agar benar-benar tertolong dan penyebaran virus tak meluas.
“Kalau sudah positif Covid-19, ada batuk, badan panas, begitu dirawat di rumah, ya orang satu rumah bisa kena semua. Ruang perawatan jadi penuh, pasien lain tak bisa dirawat. Jadi kami rawat segera, lakukan isolasi supaya yang lain tidak terpapar,” tandasnya.[]
Penulis : Hendra
Editor : Rusdi
*Berita ini telah terbit di Koran Kaltim edisi cetak dengan judul "Klaim Perawatan Pasien Covid-19 Tembus Rp40 Miliar" pada Rabu (12/8/2020).