"Hari ini merupakan terakhir calon PPK menjalani tes wawancara karena telah lolos tes tertulis," kata Noor Thoha di Hotel Horison yang menjadi lokasi pelaksanaan tes tersebut, Minggu (9/2/2020).
Durasi waktu pelaksanaan tes wawancara untuk setiap kecamatan adalah 4 jam dan setiap kecamatan berisi 10 calon PPK. Tes tertulis pun bukan jaminan para calon itu lolos meski meraih nilai tinggi.
"Karena yang jadi penentu ya tes wawancara dan nanti ditentukan 5 besar calon anggota PPK definitif," jelasnya.
Sedangkan ada syarat khusus bagi calon PPK yang berstatus Pegawai Negeri Sipil atau PNS. "Harus ada izin dari kepala kantor saja," ucapnya.
Ada tiga materi dalam tes wawancara yakni pengetahuan tentang kepemiluan, kepemimpinan dan integritas. Bahkan untuk kepemimpinan dilihat dari tata bicara dan kemampuan menyelesaikan masalah.
"Karena itu penting bagi penyelenggara pemilihan umum," ujarnya.
Sedangkan integritas, Noor Thoha menyebut sebagai barang mahal dan harga mati bagi calok PPK. Mengingat mereka dilarang berafiliasi dengan calon kepala daerah maupun partai politik.
"Kami juga telusuri jejak digital para calon PPK. Terlihat semua waktu dia mengunggah, apa isi unggahan dan langsung gugur ketika terbukti berafiliasi dengan parpol," tegasnya.
Selain itu, para calon PPK turut menjalani psikotes untuk mengetahui manajemen emosional. "Itu juga bagian dari penilaian tentang kemampuan mengelola emosi," tandas Noor Thoha. (adv)
Penulis/Editor : Hendra