Diketahui bahwa ratusan preman tersebut biasa “mangkal” di titik keramaian masyarakat, seperti kawasan pasar dan pusat perbelanjaan yang kerap membuat resah.
“Ada 306 kegiatan selama 10 hari pelaksaan Operasi Premanisme. Tidak berhenti sampai di sini, dan kita lakukan terus hingga akhir lebaran,” kata Jeffri di hadapan awak media, Senin (19/6) siang.
Dia mengungkapkan kegiatan operasi tersebut juga dilakukan di kawasan pelabuhan, terminal dan bandara, untuk memastikan pemudik bisa mudik dengan rasa aman.
“Kita terus laksanakan juga hingga berakhir operasi Ramadniya. Selain itu kita juga amankan beberapa masyarakat, yang kedapatan membawa senjata tajam, seperti di kawasan Jalan Sepakat, waduk bendali Manggar dan di pelabuhan,” ungkapnya.
Selain itu lanjut Jeffri selama operasi berlangsung petugas juga mengungkap pencurian sepeda motor serta spare part sepeda motor hasil curian. “Pelaku curanmor sudah kita amankan dan dalam proses hukum. Kita terus lakukan dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman,” tegasnya.
“Kita juga amankan anak ngelem, dan sudah kita kembalikan ke orang tuanya dan dilakukan pembinaan. Ada juga anak sekolah membawa alat pemukul yang terbuat dari gear sepeda motor,” ungkapnya.
Perwira berpangkat dua bunga di pundak ini mengimbau kepada masyarakat yang hendak mengambil uang dalam jumlah banyak, untuk meminta bantuan polisi, untuk melakukan pengawalan.
“Tidak dipungut biaya apapun. Silahkan lapor jangan sungkan, kami siap mengawal,” tandasnya. (yud)