Kamis, 17/09/2026
Kamis, 17/09/2026
Kamis, 17/09/2026

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Mulawarman memberikan pelatihan dan praktik pengolahan pangan lokal cempedak kepada guru dan orang tua siswa Yayasan Pendidikan Ashabul Kahfi Kalimantan Timur, Jalan Lubuk Sawa, Sungai Pinang, Kota Samarinda, Minggu(12/07/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Technopreneurship Berbasis Diversifikasi Pangan Lokal Cempedak yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan mendorong pemanfaatan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi.
Ketua Tim PKM Universitas Mulawarman, Hepy Tri Winarti, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan pelatihan dirancang agar peserta memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah cempedak menjadi produk yang dapat dikembangkan sebagai peluang usaha. “Peserta tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memperoleh pengalaman mengembangkan olahan cempedak yang dapat menjadi bagian dari pembelajaran dan peluang usaha,” ujar Hepy.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti praktik pengolahan tiga jenis produk, yaitu Nastar Cempedak, Lumpur Syurga Cempedak, dan Bolu Selai Cempedak. Peserta dibimbing mulai dari menyiapkan alat dan bahan, mengolah adonan, proses pemanggangan atau pengukusan, hingga penyelesaian produk.
Kegiatan berlangsung secara praktik langsung sehingga guru dan orang tua terlibat aktif dalam setiap tahapan. Peserta bekerja secara berkelompok dan saling berbagi tugas selama proses pembuatan produk.
Menurut Hepy, pemanfaatan cempedak sebagai bahan pangan lokal dapat memberikan nilai tambah sekaligus menjadi media pembelajaran yang lebih kontekstual. Guru dapat mengadaptasi pengalaman pelatihan dalam pembelajaran kepada siswa, sedangkan orang tua dapat mengembangkan keterampilan tersebut sebagai kegiatan produktif di lingkungan keluarga.
Perwakilan Yayasan Pendidikan Ashabul Kahfi Kaltim, Supriyanto mengapresiasi inisiatif Tim PKM Universitas Mulawarman tersebut. “Kegiatan ini sangat mengapresiasi pelaksanaan pelatihan karena memberikan pengalaman praktis yang dapat diterapkan dan dikembangkan oleh guru maupun orang tua”, tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Tim PKM Universitas Mulawarman berharap keterampilan pengolahan cempedak dapat terus dikembangkan, tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga mendukung pembelajaran technopreneurship dan menumbuhkan entrepreneurship culture di lingkungan sekolah dan keluarga. Pemanfaatan buah cempedak juga diarahkan menjadi bagian dari pengembangan produk pangan lokal bernilai tambah.
Inisiatif tersebut merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Pelaksanaannya didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026 melalui kontrak program. (Adv)
Kamis, 17/09/2026
TERPOPULER