Pupuk Nasional Kian Menguat, Ekspor ke Australia Tembus Rp7 Triliun dan Harga Turun 20 Persen
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Rahmadani
KORANKALTIM.COM, BONTANG — Sektor pupuk nasional terus menunjukkan penguatan. Hal itu ditandai dengan turunnya harga pupuk dalam negeri hingga 20 persen serta ekspor pupuk ke Australia yang mencapai Rp7 triliun.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah juga menambah volume pupuk bagi petani nasional. Kebijakan tersebut dinilai menjadi penanda penguatan sektor pupuk nasional dari hulu hingga hilir.
"Indonesia mencatat tonggak baru transformasi industri pupuk nasional melalui ekspor pupuk urea ke Australia dengan nilai mencapai sekitar Rp7 triliun," katanya, Selasa (19/5/2026)
Adapun ekspor pupuk urea tersebut dilakukan oleh PT. Pupuk Indonesia (Persero) melalui PT. Pupuk Kalimantan Timur pada Rabu (14/5/2026).
"Ekspor ini menjadi tonggak baru penguatan kerja sama sektor pupuk melalui skema government-to-government (G2G) antara Indonesia dan Australia," paparnya.
Dirinya juga menyampaikan ekspor perdana kali ini mencapai 47.250 ton pupuk urea senilai sekitar Rp600 miliar. Ekspor tersebut merupakan tahap awal dari komitmen kerja sama sebesar 250.000 ton dan akan terus ditingkatkan hingga mencapai 500.000 ton dengan total nilai sekitar Rp7 triliun.
“Rencana kita akan ekspor 250.000 ton ke Australia dan kemudian ditingkatkan hingga 500.000 ton,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa pemerintah telah mencatat kemajuan besar di sektor pupuk dalam negeri melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen tanpa tambahan beban APBN.
Bahkan, kebijakan tersebut juga disertai dengan penambahan volume pupuk bersubsidi sebanyak 700 ribu ton untuk memperluas akses petani.
“Di saat geopolitik dunia memanas, Indonesia alhamdulillah harga pupuknya turun 20 persen. Pupuk subsidi untuk petani Indonesia. Kemudian volume pupuk bertambah. Inilah kebahagiaan 160 juta petani Indonesia dan 115 juta petani padi,” tuturnya.
Amran menegaskan sektor pupuk diarahkan untuk memperkuat swasembada pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, mengurangi impor, serta membangun kemandirian industri pupuk nasional.
“Pupuk bukan hanya soal produksi dan distribusi. Pupuk adalah instrumen strategis menuju kedaulatan pangan nasional,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin










