Melalui Program Konservasi Owa Jawa bertajuk Titian Lestari: Koridor Kehidupan untuk Owa Jawa, Yayasan AHM menempatkan diri sebagai penggerak kolaborasi antara masyarakat, pengelola hutan, dan pemerintah daerah. Fokus utama program ini adalah menjaga keberlanjutan habitat Owa Jawa yang berada di luar kawasan konservasi, namun memiliki nilai ekologis tinggi.
Owa Jawa (Hylobates moloch) merupakan primata endemik Pulau Jawa yang kini berstatus Terancam Punah menurut IUCN. Fragmentasi hutan, perambahan lahan, hingga aktivitas perburuan menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan hidup satwa arboreal tersebut, terutama di kawasan yang minim perlindungan struktural.
Yayasan AHM merespons tantangan ini dengan pendekatan berbasis masyarakat. Program Titian Lestari mengintegrasikan pemulihan ekosistem melalui penanaman ribuan pohon pakan dan pohon tajuk, penguatan konektivitas hutan, serta edukasi konservasi yang menyasar generasi muda di sekitar kawasan.
Tak hanya berfokus pada aspek lingkungan, Yayasan AHM juga mendorong penguatan ekonomi warga sebagai bagian dari strategi konservasi. Pengembangan produk hasil hutan bukan kayu bersama Kelompok Wanita Tani menjadi langkah untuk memastikan masyarakat memperoleh manfaat langsung tanpa merusak hutan.
Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin menegaskan bahwa keterlibatan yayasan tidak berhenti pada penanaman pohon semata, melainkan membangun sistem konservasi yang berkelanjutan dengan masyarakat sebagai aktor utama.
“Yayasan AHM ingin memastikan konservasi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ketika masyarakat menjadi bagian dari solusi, keberlanjutan lingkungan akan lebih terjaga,” ujarnya.
Program ini juga menjadi wujud komitmen Yayasan AHM terhadap pencapaian pembangunan berkelanjutan dan perlindungan keanekaragaman hayati nasional.
Dukungan dari mitra industri memperkuat peran yayasan dalam menjembatani kepentingan lingkungan, sosial, dan ekonomi secara seimbang.
Ditengah ancaman kepunahan Owa Jawa dan lemahnya perlindungan kawasan non-konservasi, langkah Yayasan AHM menunjukkan bahwa peran lembaga non-pemerintah dan dunia usaha dapat menjadi penggerak penting dalam menjaga keberlangsungan satwa endemik Indonesia. (Adv)
Editor: Aspian Nur