Kegiatan yang dikemas dalam bentuk workshop ini bertujuan meningkatkan kemampuan riset siswa sekaligus memperkuat kerja sama akademik antara sekolah dan perguruan tinggi.
Kepala Kantor Pendidikan Non Gelar dan Pengembangan Profesi Unpad Insi Farisa Desy Arya, menyatakan sejumlah narasumber dari beragam disiplin ilmu, mulai biologi, fisika, hingga kimia, dihadirkan untuk mengenalkan konsep dasar riset kepada para peserta.
“Ini adalah salah satu program Sekolah Garuda dari Kemendiktisaintek (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi) yang diamanahkan ke Unpad,” kata Insi, Rabu (3/12/2025).
Unpad mendapat mandat mendampingi dua sekolah, salah satunya SMAN 10 Samarinda, untuk kegiatan riset kolaboratif.
Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu program unggulan karena sejalan dengan Tridharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, workshop ini juga berperan sebagai media pengenalan riset dasar, terutama di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM), sekaligus memperkenalkan disiplin ilmu lain yang relevan.
“Ini juga merupakan salah satu implementasi dari visi Unpad agar apa yang dimiliki universitas kami bisa dirasakan oleh masyarakat luas, salah satunya siswa SMAN 10,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Insi pun mendorong para anak didik untuk tetap optimis menghadapi tantangan. Apalagi, SMA Negeri 10 dinilainya memiliki potensi besar, dengan peserta didik yang unggul secara akademik dan memiliki sikap positif, modal utama di era saat ini.
“Sehingga ketika mereka memiliki keilmuan yang baik, akan berdampak positif bagi perkembangan mereka ke depannya,” imbuhnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMA Negeri 10 Samarinda Ni Made Adnyani menyampaikan, kegiatan riset kolaboratif diikuti 402 siswa pada hari ini dan 408 siswa pada hari berikutnya, sehingga total mencapai 810 peserta, khususnya dari kelas 11 dan 12.
Selain itu, sejumlah siswa pengimbasan dari SMA Negeri 1 Samarinda juga turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. “Saya berharap siswa bisa memanfaatkan riset kolaboratif ini sebagai persiapan menghadapi perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri,” pungkas Ni Made Adnyani. (Adv)
Editor: Aspian Nur