Kreativitas Berbuah Prestasi, Aliyah Sarah dari SMAN 10 Sabet Juara 2 FLS3N
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMA Negeri 10 Samarinda, menambah deretan capaian akademik dan nonakademik yang berhasil diraih sekolah tersebut.
Aliyah Sarah, salah satu siswinya meraih Juara 2 Tingkat Nasional pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2025 untuk kategori desain poster. Kompetisi tersebut berlangsung di Institut Kesenian Jakarta pada 17–23 November 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 10 Samarinda, Ni Made Adnyani menjelaskan bahwa capaian ini lahir dari proses panjang yang dijalani Aliyah sejak mulai serius menekuni dunia gambar pada 2019.
“Desain poster Aliyah punya karakter khas dan dia juga paham apa yang harus ditonjolkan pada karyanya,” ucapnya, Sabtu (22/11/2025).
Perjalanan Aliyah dimulai saat duduk di kelas X, ketika ia tengah mencari kegiatan yang sesuai minat. Ia kemudian meminta izin kepada guru seni untuk mengikuti FLS3N bidang desain poster dan langsung meraih juara pertama tingkat kota.
Menuju seleksi provinsi, guru pembimbing mendorong Aliyah untuk berkonsultasi dengan juri yang menilai di tingkat kota. Masukan itu memperkuat konsep karyanya hingga kembali mengantarnya menjadi juara pertama tingkat provinsi.
Tantangan muncul saat persiapan menuju nasional. Guru pembimbing dari tingkat kota dan provinsi pindah tugas pada akhir Agustus 2025, sehingga pendampingan beralih ke guru lain yang bukan dari bidang seni.
Latihan harian pun dilakukan bersama, mengeksplorasi berbagai tema dan kombinasi warna dari beragam referensi. Namun demikian, Ni Made Adnyani menegaskan bahwa pembina sebelumnya tetap memberi pengaruh besar pada perkembangan teknik Aliyah.
“Aliyah diberikan apa yang dia butuhkan, seperti dispensasi dari pelajaran di kelas untuk bisa latihan setiap hari. Dukungan moril juga diberikan, bahkan orang tua diundang ke sekolah,” jelasnya.
Meski tidak memiliki pelatih desain poster tetap, sekolah berupaya memberikan pendampingan maksimal. Dinas terkait juga sempat mendatangkan pelatih selama dua hari pada masa karantina peserta di Hotel Grand Sawit Samarinda, 15–17 November 2025.
Ni Made Adnyani menilai pencapaian ini menjadi bukti bahwa minat yang diarahkan dengan benar mampu menghasilkan prestasi besar.
Ia pun berharap keberhasilan Aliyah menjadi pemantik semangat bagi siswa lainnya untuk berani mencoba dan mengembangkan bakat.
"Sekolah akan selalu mendukung setiap upaya positif yang membawa mereka pada pencapaian terbaik," tukasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur










