Tahun ini, Science Film Festival mengusung tema Green Jobs yang menyoroti berbagai jenis pekerjaan dengan peran penting bagi masa depan pembangunan berkelanjutan.
Dengan memadukan pemutaran film internasional dan eksperimen sederhana, kegiatan ini dirancang agar pelajar bisa melihat bahwa sains bukan sesuatu yang rumit, tetapi dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Koordinator Program Goethe-Institut Indonesien Elizabeth Soegiharto mengatakan pemilihan media film menjadi cara efektif untuk membangun ketertarikan siswa terhadap sains.
Setelah menonton film, peserta diajak melakukan eksperimen berbahan sederhana, sesuai topik yang ditampilkan.
“Film membuat anak-anak tertarik, lalu dilanjutkan eksperimen sederhana yang alatnya mudah didapat di rumah atau sekolah,” ujar Elizabeth.
Ia pun berharap kegiatan ini bisa diterapkan sekolah secara mandiri sehingga pembelajaran sains menjadi lebih aplikatif.
“Kami ingin memberikan pembelajaran bahwa sains itu menyenangkan,” imbuhnya.
Di SMAN 10, Science Film Festival menjadi bagian dari program sekolah untuk menanamkan bahwa eksperimen tidak harus dilakukan di laboratorium.
Guru Bahasa Jerman SMAN 10, Ari Suchiana, menjelaskan pelaksanaan tahun ini difokuskan kepada seluruh siswa kelas X yang berjumlah hingga 358 orang.
“Sekitar 358 siswa kelas X ikut kegiatan ini. Kami ingin menanamkan mindset bahwa sains bukan hanya soal laboratorium,” ungkapnya.
Ari menambahkan, Science Film Festival menjadi salah satu agenda yang terus dipertahankan karena terbukti mendorong siswa lebih termotivasi, baik dalam memahami materi pelajaran maupun mengembangkan potensi diri.
Science Film Festival 2025 digelar secara hybrid di 70 kabupaten/kota di Indonesia. Festival ini memutar 16 film dari tujuh negara serta menghadirkan enam eksperimen sains yang dipraktikkan setelah penayangan.
Kegiatan ini juga melibatkan dukungan sejumlah pihak, termasuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kedutaan Besar Republik Federal Jerman, Rolls-Royce, serta Universitas Negeri Jakarta.
Melalui rangkaian kegiatan yang edukatif sekaligus menghibur ini, SMAN 10 Samarinda berkomitmen menghadirkan pembelajaran sains yang lebih hidup dan menyenangkan bagi seluruh siswanya.
“Eksperimen kecil bisa ditemukan di sekitar kita. Tujuan utamanya menarik minat siswa agar pelajaran sains terasa dekat dan menyenangkan,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin