Usaha mereka membuahkan hasil di ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 tingkat nasional yang digelar di Asrama Haji Kota Tangerang, 10–13 November 2025.
Prestasi membanggakan diraih Alvino Yardan Wiradharma dengan medali emas bidang Matematika, Aditya Syahputra medali perak bidang Kimia, dan Zaky Ayyatullah medali perunggu bidang Fisika.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMA 10 Samarinda, Ni Made Adnyani menyebut perjuangan para siswa tidak mudah.
Latihan berlangsung intensif selama dua bulan sebelum lomba, setiap malam, dengan pendampingan mata pelajaran utama dan bahasa Arab karena soal OMI menggunakan bahasa tersebut.
“Anak-anak dibimbing sesuai bidangnya, matematika, kimia, fisika, dan juga bahasa Arab. Pembimbingan berlangsung setiap malam selama dua bulan,” ujar Ni Made Adnyani pada Jumat, (14/11/2025).
Selain fokus akademik, dukungan orang tua juga menjadi bagian penting dari persiapan. Pihak sekolah mengundang orang tua murid untuk memastikan anak mendapatkan motivasi dan apresiasi atas pencapaian mereka hingga level nasional.
“Awalnya kami kaget bisa meraih emas, perak, dan perunggu. Anak-anak ini tidak memiliki dasar bahasa Arab, tapi berhasil. Metode drill soal dan pengayaan dari kakak kelas yang pernah juara nasional sangat membantu,” jelasnya.
Walau guru harus menyesuaikan jadwal mengajar dengan latihan malam yang panjang, semangat siswa tak pernah padam. Kegigihan mereka menembus lelah dan waktu larut itulah yang menjadi kunci keberhasilan meraih prestasi di tingkat nasional.
Kendati demikian, SMA Negeri 10 berkomitmen terus mendorong siswa mengikuti kompetisi serupa untuk melatih kemampuan, semangat belajar, dan jiwa berjuang.
“Rencana ke depan pasti ada, karena kompetisi seperti ini baik untuk mengembangkan kemampuan dan semangat juang mereka,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin