Kegiatan ini merupakan bagian dari pemeliharaan rutin guna menjaga kualitas air bersih dan memastikan infrastruktur pengolahan air tetap optimal dalam jangka panjang.
Staf Humas Perumdam Tirta Kencana, Taufik mengatakan bahwa pengurasan dilakukan secara berkala setiap tiga minggu sekali.
“Tujuannya untuk menjaga kualitas air dan kelancaran distribusi ke masyarakat Samarinda. Kami berupaya meningkatkan mutu layanan dengan memastikan sedimentasi tidak menumpuk terlalu lama,” jelasnya, Senin (2/6/2025).
Proses pengurasan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 WITA dengan estimasi waktu pengerjaan selama delapan jam. Selama kegiatan berlangsung, produksi dan distribusi air dari IPA Cendana akan dihentikan sementara.
Akibatnya, beberapa wilayah akan mengalami gangguan distribusi air, di antaranya Jalan Cendana, Banggeris, MT Haryono, Pangeran Antasari, Ir H Juanda, Kadrie Oening, AW Syahranie, M Yamin, RE Martadinata, Pasundan, Siradj Salman, serta jalur Reservoir Segiri, Booster AW Syahranie, dan jalur Korem.
Karena itu. Taufik mengimbau warga di wilayah terdampak agar menampung air terlebih dahulu sebelum jadwal pengurasan dimulai serta menghemat penggunaan air selama proses berlangsung. “Karena proses pengurasan dilakukan sejak pagi, kami mohon masyarakat dapat mempersiapkan diri dengan menampung air secukupnya,” pungkasnya. (adv)