Menteri Kehutanan selaku Kepala POLHUT RI, Raja Juli Antoni dalam Amanatnya menyampaikan rasa bangganya karena bisa melihat secara langsung bagaimana jiwa corsa dan militansi Para Rimbawan (Polhut, Manggala Agni, Pengendali Ekosistem Hutan, dan Penyuluh Kehutanan) dalam mengawal keseluruhan proses pembangunan kehutanan untuk bisa terlaksana dengan sebaik-baiknya di lapangan.
Menurutnya keringat, jerih payah, berjibaku, bahu membahu, kerja keras sepenuh hati seluruh kawan-kawan di lapangan, itu semua adalah bentuk dedikasi dan dharma bakti pengabdian kepada Nusa dan Bangsa.
Khususnya bagi para Polhut, tentu bukan tugas yang mudah dalam melaksanakan tugas-tugas perlindungan hutan dan upaya penanggulangan tindak kejahatan kehutanan.
Menurut Raja Juli Antoni, risiko kerap mengancam secara nyata termasuk kehilangan nyawa sekalipun. Oleh karenanya, pada kesempatan ini dia memberikan apresiasi setinggi- tingginya kepada Seluruh jajajaran Polhut atas segala dharma bhaktinya dalam menjaga kelestarian ekosistem Sumberdaya Alam Hutan dan keanekaragaman hayati yang terkandung di dalamnya dalam kerangka pengelolaan hutan yang lestari dan berkeadilan.
Kepala Dishut Provinsi Kaltim, Joko Istanto, menyampaikan seperti arahan Menteri LHK RI bahwa dalam rangka HUT ke-58 Polhut merupakan usia yang jauh dari matang.
“Mudah-mudahan di usia yang lebih matang Polisi Kehutanan baik dari UPT Kementerian mauguna dari Dinas Kehutanan dapat terus meningkatkan profesionalisme kerjanya,” ujar Joko, Senin (23/12)/2024).
Khususnya, menurut dia dalam menjaga kelestarian hutan dan membina masyarakat di dalam sekitar kawasan hutan.
“Agar hutan kita tetap terjaga kelestariannya, dan Alhamdulillah Polhut kita di Kaltim di koordinir oleh Gakkum di UPT Kementerian, bekerjasama dengan seluruh dinas kehutanan terus bahu membahu menjaga keberlangsungan hutan,” ucapnya.
Joko juga mengaku memang dalam melaksanakan tugas polisi kehutanan pastinya mengalami kendala.
“Apalagi dengan keterbatasan Polhut yang ada yang masih jauh dari kata ideal, tetapi Alhamdulillah tahun ini kita mendapatkan tambahan SDM melalui rekrutmen baru,” katanya.
Maka dari itu sebagai upaya lainnya, Joko mengungkapkan pihaknya berkolaborasi dengan masyarakat.
“Yang sebelumnya telah dibentuk masyarakat mitra Polhut, yang juga hadir untuk menjaga bersama-sama kelestarian hutan,” terangnya.
Sebab apabila masyarakat tidak dilibatkan maka kegiatan pelestarian mustahil bisa dilakukan dengan baik.
Lebih lanjut, Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem Dishut Kaltim, Rusmadi, menambahkan bahwa berdasarkan data hutan di Kaltim memiliki luas 8 juta hektare.
“Sementara Polhut kita hanya beberapa personel saja, makanya kita telah membentuk 126 regu Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan sebagai ujung tombak,” jelasnya.
Dalam rangka HUT ke-58 Polhut baik di daerah maupun kabupaten terus dilibatkan supaya mampu mengatasi kerusakan hutan yang semakin parah.
“Kita diintruksikan oleh Menteri untuk menjaga hutan, sehingga kelestarian lingkungan dan hutan juga senantiasa kita jaga agar tetap lestari,” pungkas Rusmadi. (Adv)
Editor: Erwin