Ketua Tim PKM Dosen Jurusan Teknik Kimia Polnes Wahyudi mengatakan sosialisasi ini sebagai wujud nyata dalam mengembangkan kerja sama antara Polnes dengan Majelis Taklim At-Tawwabien Samarinda.
Selain itu juga sebagai langkah awal dalam menanggulangi bencana, mencegah penyakit jauh lebih baik daripada mengobatinya.
“Dengan menjaga keamanan dan mencegah terjadinya risiko bahaya termasuk bahaya kebakaran. Salah satu caranya dengan berikan sosialisasikan pencegahan kebakaran,” ungkapnya.
Sebelumnya kata Wahyudi, para masyarakat telah dibekali mengenai konsep teori dasar tentang api dan kebakaran sehingga untuk selanjutnya akan menjadi lebih muda mencari cara yang tepat dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
Sangat diperlukan langkah-langkah pemadaman kebakaran yang berlandaskan pada teori dasar segitiga api tersebut yaitu dengan cara memisahkan ketiga unsur pembentuk api berupa bahan material yang mudah terbakar, oksigen (O2) dan suhu panas yang dihasilkan.
“Sehingga apabila salah satu dari mata rantai pembentuk api tersebut dapat kita putus, maka terjadilah pemutusan reaksi sehingga kebakaran yang terjadi tidak semakin membesar,” kata Wahyudi.
Pengabdian ke Masyarakat ini dengan menggandeng mitra, yang dihadiri oleh para pengurus, generasi muda-mudi Majelis Taklim At-tawwabien Jalan Dr Sutomo.
Ketua Majelis Taklim At-tawwabien, KH Sudiono mengaku sangat bahagia dengan adanya sosialisasi ini. Bahkan, kata dia, bukan hanya sebatas sosialisasi saja tapi perlu adanya kerja sama lebih erat lagi antara Polnes dengan para pengurus Majelis Taklim At-tawwabien Samarinda.
Dengan adanya kegiatan pengabdian ini maka usaha perbaikan, terwujudnya peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya tindakan yang harus dilakukan dalam menghadapi kebakaran serta betapa pentingnya pencegahan dan penanggulangan kebakaran bagi warga melalui sosialisasi tentang pencegahan kebakaran kepada muda mudi generasi penerus di Majelis Taklim At-tawwabien Jalan Dr Sutomo Samarinda dapat tercapai.
“Oleh karena itu perlu sentuhan pendekatan sosialisasi, ilmu pengetahuan yang mempelajari sistem kebakaran dan proses pencegahan kebaranagar kita dapat menanggulangi kebakaran sesuai yang diharapkan,” Ujar KH Sudiono. (Adv)