Menyadari pentingnya kemajuan ini, Erlangga Edu Day hadir sebagai bentuk respon terhadap maraknya digitalisasi di Indonesia, khususnya di bidang pendidikan.
Acara yang digelar pada Selasa (13/8/2024) ini terdiri dari talkshow dengan tema “Menjadi Kepala Sekolah Ideal Di Era Digital”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Timur.
Sebanyak 220 kepala sekolah hadir menyaksikan para pemateri yang berkompeten yaitu Jarwoko sebagai Kepala BPMP Kalimantan Timur, Asli Nuryadin sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda dan Ayunda Ramadhani sebagai Ketua Ikatan Psikologi Klinis (IPK) HIMPSI Kalimantan Timur.
Berbagi ilmu kepada para kepala sekolah yang hadir di ruangan tersebut. Metalinda sebagai moderator dengan terampil memantik pertanyaan-pertanyaan yang sarat akan pengetahuan, menghubungkan setiap topik dengan konteks digitalisasi dan relevansinya terhadap pendidikan di Indonesia.
Dalam sesi talkshow, tema “Menjadi Kepala Sekolah Ideal Di Era Digital” menjadi sorotan utama. Sesi ini menceritakan bagaimana digitalisasi dapat mengubah wajah pendidikan dengan memungkinkan akses informasi yang lebih luas dan cepat, juga menekankan pentingnya infrastruktur digital yang kuat untuk mendukung proses belajar mengajar yang efisien.
Ayunda Ramadhani, sebagai Ketua Ikatan Psikologi Klinis (IPK) HIMPSI Kalimantan Timur, menggarisbawahi dampak positif digitalisasi terhadap kesehatan mental siswa, dengan memudahkan akses ke sumber daya yang dapat membantu mereka mengatasi tekanan akademis dan sosial.
“Dampak positif digitalisasi yaitu kepada kesehatan mental siswa, tentunya itu akan memudahkan akses terhadap tugas dan tekanan akademis,” ucap dia.
Sementara, Jarwoko berbagi pengalamannya tentang pentingnya literasi digital bagi siswa. Menurutnya, kemampuan untuk menggunakan teknologi dengan bijak dan efektif adalah kunci sukses di era digital.
“Kemampuan menggunakan teknologi secara bijak juga menjadi kunci sukses di era digital,” jelasnya
Tak hanya itu, Asli Nuryadin, menambahkan bahwa digitalisasi tidak hanya tentang mengakses informasi, tetapi juga tentang menciptakan konten yang bermanfaat dan inspiratif.
Karena menurutnya. Digitalisasi memberikan peluang kepada semua orang untuk menjadi kreator, bukan hanya konsumen. Dalam konteks pendidikan, ini berarti siswa dapat lebih aktif dan kreatif dalam proses belajar mereka.
Kepala Disdikbud Samarinda itu menekankan pentingnya memiliki mindset yang berkembang untuk para pemimpin di bidang pendidikan.
“Dengan memiliki mindset berkembang, para kepala sekolah dan pendidik dapat lebih adaptif terhadap perubahan dan tantangan yang dihadapi dalam era digital,” tukasnya.
Selain itu, ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam membangun lingkungan belajar yang dinamis dan responsif terhadap kebutuhan siswa.
Sebagai informasi, Pada kegiatan Erlangga Edu Day Kalimantan ini juga diselingi kuis dan pengundian doorprize, yang menambah semarak acara. Para peserta terlihat sangat antusias, tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tetapi juga kesempatan untuk memenangkan berbagai hadiah menarik.
Acara ini menegaskan komitmen Penerbit Erlangga dalam mendukung upaya Samarinda menuju kota global dengan memperkuat sektor pendidikan melalui digitalisasi. Dengan menghadirkan ahli-ahli di bidang pendidikan, Erlangga Edu Day berhasil menginspirasi dan memberikan wawasan baru kepada para kepala sekolah untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.
Dengan demikian, Erlangga Edu Day menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan Indonesia menuju era digital, mendukung visi dan misi Kota Samarinda sebagai kota global yang maju dan berdaya saing tinggi. (Adv)
Editor: Aspian Nur